HADIS TENTANG TAUBAT DARI SUATU DOSA TETAPI MASIH MELAKUKAN DOSA YANG LAIN

MUHAMMAD HUDA - NIM. 01530613, (2010) HADIS TENTANG TAUBAT DARI SUATU DOSA TETAPI MASIH MELAKUKAN DOSA YANG LAIN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HADIS TENTANG TAUBAT DARI SUATU DOSA TETAPI MASIH MELAKUKAN DOSA YANG LAIN (Studi Ma'annil Haadiss))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HADIS TENTANG TAUBAT DARI SUATU DOSA TETAPI MASIH MELAKUKAN DOSA YANG LAIN (Studi Ma'annil Haadiss))
BAB II,III.IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)

Abstract

Manusia adalah tempat salah dan lupa, tidak ada yang dapat luput dari dosa. Oleh karenanya menurut sebagian kalangan melakukan perbuatan dosa itu wajar serta manusiawi. Akan tetapi tidak boleh hanyut dalam kewajaran itu, lalu dengan selalu membiasakan perbuatan yang terlarang, atau hanyut dalam kesedihan karena dosanya hingga tidak melakukan suatu tindakan apapun, kalau demikian keadaannya maka perbuatan yang harus dilakukan adalah melakukan perbuatan yang baik dan bertaubat kepada Allah.Taubat seringkali dilakukan oleh manusia hanya sebatas ritualistik dan tidak jarang mengesampingkan esensi ritual yang dijalaninaya sehingga tujuan awal dari taubat yang dilakukannya terkadang hanya sebagai formalitas belaka dan bersifat kamuflase. Seperti halnya syarat, aturan, keadaan rukhiyah dan pendukung lainnya. Dari sinilah penelitian ini berangkat, yakni berusaha untuk mencoba mencari sense dan wilayah makna yang proporsional yaitu tentang prilaku manusia ketika melakukan taubat dari suatu dosa kemudian melakukan dosa lagi. Bagimana tinjauan hadis dalam menjelaskan paradigma seperti itu ? Dosa merupakan perilaku buruk yang masing-masing mempunyai klasifikasi tersendiri yang berimplikasi terhadap proses netralisasinya. Penelitian ini bersifat literer dengan mengggunakan metode makna hadis (ma'anil hadis). Fokus penelitian ini adalah pada tema tersebut diatas yang terdapat pada hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari hadis nomor 6953, Imam Muslim hadis nomor 4953, dan Imam Ahmad pada hadis nomor 7607, 9984, dan 8888. Dengan cara melakukan riset terhadap hadis-hadis tersebut pada kitab aslinya yaitu dengan mencari melalui lafal (metode takhij al-h}adis bi allafz). Selanjutnya penulis mencarinya dalam kitab al-Mu'jam al-Mufahras li Alfaz al-hadis an-Nabawi melalui penelusuran matan hadis (kalimah min matan al-hadis) dengan menggunakan bantuan CD Rom Mausu'ah al-hadis. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa hadis tersebut sangat relevan dengan kehidupan realistis kejiwaan manusia yaitu makhluk yang mempunyai potensi untuk melakuakan hal-hal yang buruk dan untuk mengantisipasi tabi'at buruknya Allah SWT memberikan solusi dengan mensyari'atkan taubat kepada-Nya, walaupun keburukan itu dilakukan secara berulang kali. Hadis ini menyiratkan makna bahwa dalam perjalanan hidup seorang manusia harus mempunyai landasan tauhid yang kuat, seperti halnya pengetahuan seorang hamba terhadap Tuhan bahwa Dia Maha Pengampun akan tetapi juga Maha Pemberi Siksa bagi yang melakukan dosa. Keyakinan tauhid yang kuat akan menumbuhkan sisi ruhaniah manusia sebagai kontrol pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dari hal yang kecil hingga perkara besar, dan menjadikan diri senantiasa dapat mengetahui jalan keluar atas problematika hidup juga menjadikan diri sendiri seorang manusia solutif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Prof.Dr. Suryadi, M.Ag
Uncontrolled Keywords: prilaku manusia, taubat, dosa, hadis
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2012 12:41
Last Modified: 29 Aug 2012 12:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3911

Actions (login required)

View Item View Item