JAWARA BANTEN (Studi Kepemimpinan Tradisional di Desa Tegal Sari, Kec. Walantaka, Kab. Serang)

SAEFUDIN - NIM 02541063, (2010) JAWARA BANTEN (Studi Kepemimpinan Tradisional di Desa Tegal Sari, Kec. Walantaka, Kab. Serang). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (JAWARA BANTEN (Studi Kepemimpinan Tradisional di Desa Tegal Sari, Kec. Walantaka, Kab. Serang))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (JAWARA BANTEN (Studi Kepemimpinan Tradisional di Desa Tegal Sari, Kec. Walantaka, Kab. Serang))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (167kB)

Abstract

yang cukup terkenal, yakni jawara yang kini dikenal sebagai identitas dari lembaga adat Banten. Ia dikenal bukan saja karena pengaruhnya yang sangat dihormati dan disegani. Selain itu jawara juga memiliki kemampuan untuk memanipulasi kekuatan supranatural yang berupa magi dan keberanian secara fisik, yang keberaniannya itu didukung oleh kemampuan dirinya menguasai ilmu bela diri dan ilmu-ilmu kesaktian, karena kelebihan yang dimilikinya, maka jawara di Desa Tegalsari dipandang sebagai pemimpin tradisional yang mempunyai kekuasaan (power) dan pengaruh (influence) dalam suatu kolektifitas sosial masyarakat atau kelompok, dimana pihak yang dipimpin selalu menjadi pengikutnya. Kepemimpinan tradisional yang sering dimainkan oleh para jawara di Desa Tegalsari seperti pemimpin kesenian debus, guru silat dan guru ilmu magis. Akan tetapi kepemimpinan tradisional yang dimiliki jawara dapat menjadi faktor integrasi dan dapat pula menjadi factor konflik. Keduanya tidak dapat dilepaskan dari empat hal, yakni kesaktian, keberanian, perintah dan kepemimpinannya bisa menjadi sumber integrasi. Oleh karena itu masyarakat akan tunduk dan hormat kepada jawara. Walaupun demikian, kepatuhan masyarakat terhadap jawara lebih banyak didorong oleh rasa takut dari pada segan. Artinya, tidaklah sedikit dari masyarakat yang melaksanakan perintah jawara, tetapi di belakangnya masyarakat mencemooh. Masyarakat yang bersikap seperti itu, memandang perintah jawara cenderung sebuah ancaman sehingga mereka harus melaksanakan perintah tersebut. Penulisan skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan sosiologi dan sosio-historis sehingga akan mengungkap segi-segi ilmu sosial dari peristiwa yang dikaji dan menggambarkan sejarah kelahiran dan perkembangan kepemimpinan tradisional jawara Banten. Kepemimpinan jawara tersebut telah berpengaruh sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan dalam cerita rakyat dikatakan, kedua pemimpin tersebut ada sejak zaman kesultanan Banten yang pertama (kira-kira pada abad ke-16). Keberadaannya yang sudah lama, dan tetap sampai sekarang, menunjukkan betapa lestarinya kepemimpinan jawara tersebut. Kelestarian inilah yang menjadi pendorong untuk segera mencaritahu asal muasal munculnya keberadaan jawara di Banten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan tradisional jawara di Desa Tegalsari yakni sebagai pemimpin kesenian debus, guru silat, dan guru magis.adapun pandangan masyarakat terhadap jawara ada yang berpandangan dalam arti positif maupun negatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pemimpin: Drs. M. Damami, M. Ag,
Uncontrolled Keywords: kepemimpinan tradisional jawara , adat Banten,
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 29 Aug 2012 15:11
Last Modified: 03 Nov 2016 08:36
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3923

Actions (login required)

View Item View Item