MAJID FAKHRY TENTANG FUNDAMENTALISME DAN OKSIDENTALISME

ALEF THERIA WASIM, (2008) MAJID FAKHRY TENTANG FUNDAMENTALISME DAN OKSIDENTALISME. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 53 Th. 1993/.

[img]
Preview
Text
06. Alef Theria Wasim - MAJID FAKHRY TENTANG FUNDAMENTALISME DAN OKSIDENTALISME.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

bKesan dan keagungan umat Islam terhadap teknologi dan pengetahuan diantaranya telah melahirkan gerakan pembaharuan baik dalam bentuk modernisasi, reformasi, sekularisasi, maupunrevivalisasi dan revitalisasi. Disamping itu fundamentalisme dan oksidentalisme juga muncul sebagai tesa lain. Issu fundamentalisme - yang sebenarnya tidak hanya ada dalam Islam saja Kn tetapi juga terdapat di beberapa agama besar lain semacam Yahudi, Kristen, Hindu, Budha dan bahkan dalam agama Kong Hu Cu - juga telah menimbulkan rasa gelisah dunia Barat sehingga Barat menaruh perhatian yang cukup serius dan kemudian issu fundamentalisme ditulis oleh beberapa intelektual. Diantaranya adalah seorang intelektual Lebanon yang berkiprah di dunia Barat, Arab dan Islam yang telah mengemukakan pokok-pokok pikirannya. Dalam kesempatan ini akan dicoba memahami bagaimana pokok-pokok pikiran Majid Fakhry tentang fundamentalisme dan oksidentalisme, yang tertuang dalam artikelnya yang berjudul The Search for Cultural Identity : Fundamentalism and Occidentalism dalam Islam The Perenniality of Values, CULTURES, IV, no. 1(The Unesco Press and la Baconniere). Menurut Majid Fakhry, pencarian identitas budaya dalam Islam sudah sejak lama dilakukan oleh pemikir Islam. Dalam pencarian identitas budaya ini mereka melakukan pengisolasian beberapa unsur penting untuk membatasi sikap terhadap masa silam dan terhadap warisan budaya(turath) lain terutama budaya Barat. Ia melihat ada tiga macam sikap dalam menghadapi warisan Islam dan budaya Barat kontemporer yaitu: 1. yang dapat digolongkan sebagai fundamentalisme 2. yang disebutnyamodernisme, dan 3. yang dimaksudnya dengan oksidentalisme Majid Fakhry memberi komentar terhadap tiga sikap ini; sikap pertama dan kedua bersifat.desisif, menentukan dan meyakinkan; dan sikap ketiga seringkali bersifat sekularis, politis dan teologis. Kecenderungan sekularis ini dipandang bertentangan dengan etos fundamental. Apa, mengapa, dan bagaimanasekularis dimaksudkan tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Majid Fakhry. Ia menyajikan sikap-sikap tadi secara berurutan dan dengan tekanan-tekanan tertentu.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Majid fakhry, Fundamentalisme, Oksidentalisme
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:23
Last Modified: 13 Jan 2017 04:37
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/395

Actions (login required)

View Item View Item