INTEGRASI SISTEM iPANGNGADERrENG/i (ADAT) DENGAN SISTEM SYARIAT ISLAM SEBAGAI PANDANGAN HIDUP ORANG BUGIS DALAM iLONTARAK LATOA/i

ANDI RASDIYANAH, (2008) INTEGRASI SISTEM iPANGNGADERrENG/i (ADAT) DENGAN SISTEM SYARIAT ISLAM SEBAGAI PANDANGAN HIDUP ORANG BUGIS DALAM iLONTARAK LATOA/i. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 59 Th. 1996/.

[img]
Preview
Text
13. Andi Rasdiyanah- INTEGRASI SISTEM PANGNGADERRENG (ADAT) DENGAN SISTEM SYARI'AT ISLAM SEBAGAI PANDANGAN HIDUP ORANG BUGIS DALAM LONTARAK LATOA.pdf - Accepted Version

Download (991kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada (1) Hubungan hukum adat dengan hukum Islam dalam pola integrasi sistem iPangngderreng/i dengan sistem syariat Islam yang kemudian berintegrasi dengan hukum nasional. (2) Perbendaharaan Syariat Islam dengan sistem budaya dan sistem sosial, serta kemampuannya dalam memberikan pengarahan hidup nilai agama, sosial dan budaya kepada orang Bugis. (3) Peranan sistem iPangngderreng/i yang ditunjang dengan unsur isirik/i dalam iLontarak Latoa/i terhadap pelaksanaan syariat Islam bagi masyarakat Bugis di Tana Bone pada periode iLontarak/i, dan kesinambungan implikasinya pada masyarakat Bugis di Kabupaten Bone pasca iLontarak/i, serta wujud sumbangannya bagi pengembangan hukum Islam dalam kerangka pembinaan hukum Nasional. /r Alasan untuk mengangkat iLatoa/i menjadi obyek utama sebagai iLontarak/i yang berisi iPangngderreng/i, karena (1) iLatoa/i mengandung sistem iPangngderreng/i secara lengkap yang ditulis dalam bahasa Bugis, yang mengalami penulisan ulang setelah masuknya Islam, serta lebih banyak mengandung Konsep Syariat Islam. (2) Tokoh-tokoh nara sunber adalah tokoh Bugis abad XV dan XVI (kecuali nabi Muhammad SAW., dan Lukman Al-Hakim), menjelang diterimanya Islam sebagai agama resmi kerajaan. Adapun penetapan Bone sebagai obyek, didasarkan atas pertimbangan bahwa (1) Kerajaan Bone merupakan kerajaan Bugis yang paling besar dan terkenal pada periode iLatoa/i, yang meskipun terlambat masuk Islam (1611), namun kemantapan keislamannya tidak kurang bobotnya dibanding dengan kerajaan lainnya. (2) Perbedaan antara kelompok elit dengan warga masyarakat lainnya dewasa ini, masih cukup jelas, sehingga agak mudah mengamati pengaruh iPangngderreng/i bagi setiap strata sosial yang ada.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Hukum adat, HUkum Islam, iPangngaderreng/i, iLontarak Latoa/i, Adat
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Apr 2013 11:37
Last Modified: 13 Jan 2017 04:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/396

Actions (login required)

View Item View Item