DIALOG PERADABAN MENGHADAPI ERA POSTMODERNISME SEBUAH TINJAUAN FILOSOFIS -RELIGIUS

M. AMIN ABDULLAH, (2008) DIALOG PERADABAN MENGHADAPI ERA POSTMODERNISME SEBUAH TINJAUAN FILOSOFIS -RELIGIUS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 53 Th. 1993/.

[img]
Preview
Text
08. M.Amin Abdullah - DIALOG PERADABAN MENGHADAPI ERA POSTMODERNISME SEBUAH TINJAUAN FILOSOFIS-RELIGIUS..pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bAsal-usul postmodernisme Ketika wilayah perenungan dan pemikiran filosof tentang alam semesta telah diambil alih para ilmuwan dalam cabang ilmu-ilmu kealaman empiris, juga ketika renungan para filosof dalam bidang kemanusiaan telah diambil oper para ilmuwan sosial, maka orang bertanya-tanya apa manfaat dan jasa yang dapat diberikan oleh filsafat. Orang meragukan apakah filsafat masih dapat menyumbangkan jasanya dalam era dominasi ilmu pengetahuan empiris baik dalam wilayah ilmu-ilmu kealaman maupun dalam ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Ketika peran filsafat--baik dalam hal yang menyangkut Epestimologi, Etika maupun Metafisika--ditepikan sebegitu rupa, tiba-tiba dalam dasa warsa ke 90-an indonesia khususnya dikejutkan dengan istilah aru yang disebut dengan postmodernisme. Ditilik dari segi peristilahan yang muncul ke permukaan, tampak jelas bahwa istilah tersebut terkait erat dengan khazanah filsafat. Jika peristilahan filsafat pada umumnya hanya terbatas pada dataran kognitif yang sering kali terlampau abstrak, sehingga sulit untuk dicerna dan dipahami oleh masyarakatluas, maka lain halnya dengan istilah postmodernisme. Istilah ini sebenarnya juga ada pada dataran kognitif-abstrak, namun kemunculannya pada masa sekarang ini disertai dengan bukti sejarah yang kongkrit, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Postmodernisme, Filosofis, Religius
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:25
Last Modified: 15 Apr 2013 09:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/399

Actions (login required)

View Item View Item