PENGARUH INFLASI, CAPITAL ADEQUACY RATIO, CREDIT RISK, DANA PIHAK KETIGA DAN JARINGAN TERHADAP PEMBIAYAAN PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2006-2008

MUH. ZAKKI FAHRUDDIN - NIM. 04390100, (2010) PENGARUH INFLASI, CAPITAL ADEQUACY RATIO, CREDIT RISK, DANA PIHAK KETIGA DAN JARINGAN TERHADAP PEMBIAYAAN PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2006-2008. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENGARUH INFLASI, CAPITAL ADEQUACY RATIO, CREDIT RISK, DANA PIHAK KETIGA DAN JARINGAN TERHADAP PEMBIAYAAN PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2006-2008)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (937kB) | Preview
[img] Text (PENGARUH INFLASI, CAPITAL ADEQUACY RATIO, CREDIT RISK, DANA PIHAK KETIGA DAN JARINGAN TERHADAP PEMBIAYAAN PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2006-2008)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Semakin berkembangnya unit perbankan syariah secara langsung meningkatkan pembiayaan sesuai prinsip syariah. Pada triwulan III 2008, pertumbuhan pembiayaan bank syariah meningkat menjadi Rp. 37,6 trilyun, dimana pada tahun 2007 perbankan syariah baru mampu menyalurkan pembiayaan Rp. 27,9 trilyun, serta Rp.20,4 trilyun pada tahun 2006. Namun, angka tersebut belum menjadi sebuah prestasi yang begitu berarti jika melihat share pembiayaan perbankan syariah terhadap perbankan nasional baru menyentuh angka 3,04% pada tahun 2008, jadi 96,96% adalah masih menjadi wilayah operasional perbankan konvensional. Padahal Bank Indonesia pada tahun 2008 menargetkan share perbankan syariah terhadap perbankan nasional sebesar 5%, bahkan beberapa stimuluspun di keluarkan untuk menacapi target tersebut. Berdasar dari ketidakmampuan perbankan syariah mencapai target share 5% terhadap perbankan nasional, maka pada penelitian ini penyusun mencoba membahas lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah. Pada penelitian ini, penyusun menggunakan kombinasi beberapa variabel diantaranya inflasi, capital adequacy ratio (CAR), credit risk, dana pihak ketiga serta jaringan. Dalam penelitian ini, penyusun memfokuskan obyek penelitian pada tiga Bank Umum Syariah yang konsisten pada periode pengamatan tahun 2006-2008 yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM) serta Bank Mega Syariah Indonesia (BSMI). Dari hasil pengujian dengan analsis regresi berganda menunjukkan bahwa inflasi, CAR, credit risk berpengaruh negatif ( 0,05) terhadap pembiayaan. Sedangkan DPK dan jaringan berpengaruh positif ( 0,05) terhadap pembiayaan pada Bank Umum Syariah. Selain itu koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,943. Hal ini berarti, gabungan variabel inflasi, CAR, credit risk, DPK dan jaringan dapat menjelaskan variabilitas pembiayaan Bank Umum Syariah sebesar 94,3%. Sedangkan sisanya (100%-94,3%) sebesar 5,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Sunarsih, SE, M.Si M. Ghofur Wibowo, SE, M.Sc
Uncontrolled Keywords: pembiayaan, inflasi, CAR, credit risk, DPK, jaringan.
Subjects: Keuangan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Keuangan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 04 Sep 2012 15:42
Last Modified: 24 Aug 2016 03:26
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3997

Actions (login required)

View Item View Item