TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GUGATAN BIAYA PEMELIHARAAN ANAK SETELAH PERCERAIAN ( STUDI PUTUSAN NO.022/PDT.G/2008/PA.SLEMAN

SAEFUDDIN NIM : 03350057, (2010) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP GUGATAN BIAYA PEMELIHARAAN ANAK SETELAH PERCERAIAN ( STUDI PUTUSAN NO.022/PDT.G/2008/PA.SLEMAN. Skripsi thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 41 dijelaskan bahwa dalam hal terjadinya perceraian antara suami istri yang mempunyai anak masih membutuhkan pemeliharaan, maka biaya pemeliharaan anak tersebut dibebankan pada ayahnya, dan apabila dalam kenyataannya ayah tersebut tidak mampu memenuhi kewajibannya, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut. Pengadilan Agama Sleman merupakan salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara perdata tertentu. Dalam hal ini Pengadilan Agama Sleman pernah mengadili perkara Gugatan biaya pemeliharaan anak setelah perceraian dengan register perkara No. 022/Pdt. G/2008/PA.Smn. Dalam perkara ini, hakim mengabulkan sebagian gugatan yang berkaitan dengan ketetapan jumlah nafkah anak setiap bulannya. Dan menolak sebagian gugatan yang diajukan oleh penggugat, terkait dengan nafkah anak yang belum dibayarkan mantan suaminya setelah terjadinyaperceraian. Putusan Pengadilan Agama Sleman tersebut menarik untuk penyusun cermati lebih dalam karena tentunya Majelis Hakim mempunyai alasan dan pertimbangan yang kuat dalam memutus perkara tersebut. Sehingga penelitian punyusun lebih dititikberatkan pada penelusuran alasan majelis hakim dalam mengeluarkan putusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yakni penelitian dimana obyeknya adalah peristiwa faktual yang ada di lapangan.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode dokumentasi, yaitu dengan mempelajari dokumen berupa putusan pengadilan mengenai perkara gugatan biaya pemeliharaan anak setelah perceraian, catatan,buku-buku, peraturan perundang-undangan; dan metode wawancara (interview),yaitu dengan mewawancarai langsung hakim yang memutus perkara ini, panitera,dan pihak yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti di Pengadilan Agama Sleman. Setelah diperoleh data yang berupa putusan Pengadilan, teoriteori,konsep-konsep dan pendapat-pendapat yang berkaitan dengan pokok bahasan, maka untuk dapat menjawab pokok masalah penyusun menggunakan pendekatan yuridis dan normatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: hakim dalam memutus perkara berkaitan dengan gugatan biaya pemeliharaan anak setelah perceraian didasarkan pada bukti-bukti dan saksi yang diajukan di dalam persidangan serta memperhatikan keadaan dan kemampuan dari kehidupan mantan suami, karena perkara ini diputus secara verstek, yang secara formal dan materiil sudah selesai diadili selengkapnya, sehingga tidak diperlukan lagi bukti-bukti dari tergugat. Dan berkaitan dengan nafkah yang tidak pernah dibayarkan oleh mantan suami selama 24 bulan, majelis hakim menolak gugatan ini dikarenakan penggugat tidak dapat membuktikan bahwa memang suaminya selama itu tidak pernah memberikan nafkah untuk anaknya. Hal ini didasarkan pada Pasal 41 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 105 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. A. YUSUF KHOIRUDDIN, SE., M.Si. SUNARSIH, SE., M.Si.
Uncontrolled Keywords: biaya pemeliharaan anak,
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4023

Actions (login required)

View Item View Item