KONTROVERSI PEREMPUAN SEBAGAI WALI NIKAH - Tinjauan subyek Hukumdalam Kajian Ushul Fikih

Agus Moh. Najib, - KONTROVERSI PEREMPUAN SEBAGAI WALI NIKAH - Tinjauan subyek Hukumdalam Kajian Ushul Fikih. In: Menuju Hukum Keluarga, Progresif, Responsif Gender, dan Akomodatif Hak Anak. Suka Press - PSW UIN Sunan Kalijaga- The Asia Foundation, Yogyakarta, pp. 279-291. ISBN 978-602-1326-01-5

[img]
Preview
Text (KONTROVERSI PEREMPUAN SEBAGAI WALI NIKAH - Tinjauan subyek Hukumdalam Kajian Ushul Fikih)
KONTROVERSI PEREMPUAN SEBAGAI WALI NIKAH - Tinjauan subyek Hukumdalam Kajian Ushul Fikih.pdf - Published Version

Download (15MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Surat Pernyataan Unggah Karya)
surat-surat-pernyataan1599742062.pdf - Published Version

Download (18kB) | Preview

Abstract

Para ulama berbeda pendapat tentang kaharusan adanya wali nikah bagi perempuan dewasa, sebagaimana mereka berbeda pendapat tentang keabsahan perempuan sebagai wali nikah. Hal ini krena dalil-dalil yang dipegangi oleh mereka baik ayat al Qur'an maupun Hadis masih bersifat interpretable (muhtamilah), Namun terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, dengan melihat nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat al Aur'an dan hadis Nabi serta maksud dan tujuan yang tersirat dalam pandangan para ulama., yang menentukan keabsahan suatu pernikahan sesungguhnya adalah kerelaan dari kedua mempelai, bukan didasarkan pada kekuasaan par wali. Wali hanya berfungsi sebagai pebeimbing dan penasehat bagi kemaslahatan kedua calon mempelai untuk dapat mewujudkan tujuan perkawinan yang berupa keluarga sakinah. Menurut konsep subyek hukum (al mahkum 'alah) dalam kajian Ushul Fikih syarat menjadi wali adalah memiliki kecakapan bertindak hukum secara sempurna (kamil al ahliyyah) yang dasarnya adalah memiliki kecakapan bertindak hukum secara sempurna (kamil al ahliyyah) yang dasarnya adalah kemanusiaan dan akal sehat, maka pada dasarnya perempuan dewasa, sebagaimana laki-laki dewasa, dapat menjadi walu nikah, yang bertugas memberikan pertimbangan dan bimbingan sebelum terjadinya pernikahan, Dengan demikian adanya wali, baik wali itu laki-laki ataupun perempuan, adalah untuk mewujudkan kemaslahatan bagi calon mempelai dan bukan sebaliknya mempersulit pernikahan atau hanya demi "kemaslahatan" itu sendiri.

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: Perempuan; Hukum; Ushul Fikih
Subjects: Hukum Keluarga
Hukum Islam > Fiqih > Usul Fiqh
Hukum Islam
Wanita Dalam Keluarga
Divisions: Buku
Depositing User / Editor: Dra. Khusnul Khotimah, SS, M.IP -
Date Deposited: 10 Sep 2020 20:25
Last Modified: 10 Sep 2020 20:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/40954

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum