PERAN DUKUN KAMPONG DALAM MENANANKAN NILAI ETIK PADA MASYARAKAT MELAYU BELITONG Provinsi Kepulauan Bangka Belitong

LUKMAN HAKIM NIM. 06510003, (2010) PERAN DUKUN KAMPONG DALAM MENANANKAN NILAI ETIK PADA MASYARAKAT MELAYU BELITONG Provinsi Kepulauan Bangka Belitong. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERAN DUKUN KAMPONG DALAM MENANANKAN NILAI ETIK PADA MASYARAKAT MELAYU BELITONG Provinsi Kepulauan Bangka Belitong)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (285kB) | Preview
[img] Text (PERAN DUKUN KAMPONG DALAM MENANANKAN NILAI ETIK PADA MASYARAKAT MELAYU BELITONG Provinsi Kepulauan Bangka Belitong)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (582kB)

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat sakai Belitong, Dukun Kampong memiliki peran fital dalam menjawab segala permasalahan yang terkait dengan pola kehidupan masyarakat melayu Belitong. Dewasa ini, ketika semua sendi kehidupan dihiasi dengan berbagai macam hal yang berbau moderen, dampak yang ada tidak hanya menghasilkan sesuatu yang positif,namun juga negatif. Salah satu tugas dari Dukun Kampong selaku pemangku adat adalah bagaimana untuk melakukan kontrol sosial tersebut. Pada dasarnya peran sentral seseorang dalam melakukan kontrol sosial memang bukanlah sesuatu hal yang baru. Namun usaha dan cara yang digunakan tidak menutup kemungkinan mampu menjadi sesuatu hal yang baru.Penelitian yang dilakukan oleh penulis pada dasarnya berusaha untuk mengangkat beberapa persoalan yang terkait dengan Dukun Kampong dan peranannya dalam masyarakat melayu Belitong. Beberapa hal yang dapat kami sebutkan adalah, pertama bagaimana peranan seorang Dukun Kampong dalam melakukan penanaman akan makna dari dimensi etik sehingga dengannya mampu mengantarkan masyarakat menjadi lebih dinamis dan bersahabat dengan alam. Kedua, apa yang harus dimiliki seorang Dukun Kampong sehingga mampu melahirkan kepatuhan pada masyarakat melayu Belitong. Sebagai penelitian lapangan, maka penulis memilih untuk menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang penulis pilih adalah pendekatan phenomenologi yang menuntut penulis untuk terjun langsung kelapangan merasakan dan merenungi kehidupan sehari-hari masyarakat sakai Belitong. Selain itu, survei, wawancara dan dokumentasi menjadi salah satu metode kami dalam melakukan pengumpulan data guna mendapatkan hasil yang maksimal. Namun demikian, penulis tidak menutup diri dengan mengabaikan beberapa tulisan yang pernah mengangkat kebiasaan adat masyarakat melayu Belitong serta Dukun Kampong. Beberapa tulisan yang ada juga penyusun gunakan sebagai salah satu reverensi tambahan dan pembanding dalam kajian ini. Dalam akhir kajian penulis terhadap penanaman nilai etik yang dilakukan oleh Dukun Kampong sekaligus pemangku adat, penulis menemukan bahwa Dukun Kampong menggunakan posisinya sebijak mungkin dalam upayanya menjaga dan melestarikan segala warisan yang telah terjadi secara turun temurun. Ketegasan dalam bentuk hukuman terhadap masyarakat sakai Belitong tidak segan-segan diberikan bagi mereka yang melangar ketentuan adat selama masyarakat tersebut berada dalam wilayah kekuasaan Dukun Kampong. Keseluruhan cara serta dampak positif dan negatif dari peranan Dukun Kampong penulis bahas dalam kajian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Muh Fatkhan, S.Ag, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Nilai Etik , Masyarakat Melayu Belitong , Peran Dukun Kampung
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 04 Sep 2012 08:28
Last Modified: 04 Aug 2016 04:02
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4100

Actions (login required)

View Item View Item