Ikhtilaf Al Manazi Al Nahwiyyah Fi Ayat Al Ahkam (dirasah Tahliliyyah Nahwiyyah)

Siti Nurbaidah, NIM. 15110078 (2019) Ikhtilaf Al Manazi Al Nahwiyyah Fi Ayat Al Ahkam (dirasah Tahliliyyah Nahwiyyah). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (Ikhtilaf Al Manazi Al Nahwiyyah Fi Ayat Al Ahkam (dirasah Tahliliyyah Nahwiyyah))
15110078_BAB-I_BAB-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Ikhtilaf Al Manazi Al Nahwiyyah Fi Ayat Al Ahkam (dirasah Tahliliyyah Nahwiyyah))
15110078_BAB-II_SAMPAI_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (8MB)

Abstract

Scholars have expressed that the Koran is “ a face carrier ”, meaning that it is open to various of interpretations. Among the reasons that lead to a difference in understanding the meanings of the Koran is the existence of the grammatical difference between scientists, especially scholars. Why? Because this research speaks of differing inferring judgments in the verses they call verses of judgments. The researcher presents the verses mentioned and analyzed through the grammatical topics contained in them, including Athof and its tools, Harf al Ja>r, Istitsna< and its tools, Maf’u<l bihi, Al Ta’ri<f, Hal, Mashdar and so on. This researcher analyzes the verses of the judgments in the methodology of grammar. The researcher aims to show the grammatical faces in some verses of judgments. And these grammatical faces can change the existing jurisprudence. Because the researcher believes that grammatical reasoning was a pillar of the jurists and interpreters. The researcher concludes that the difference in grammatical significance is one of the reasons for the multiple jurisprudential opinion. The jurisprudential rule is based on what is in the minds of the scholars of grammatical or linguistic understanding. Key word: grammatical significance, expressions, differences, verses of judgments . ABSTRAK Ulama mengungkapkan bahwa al-Qur’an memiliki karakter “Hammalah li al Wujuh” bahwa al-Qur’an terbuka untuk berbagai interpretasi. Termasuk sebab-sebab yang menunjukan pada perbedaan dalam memahami al-Qur’an adalah adanya perbedaan pendapat Nahwu di kalangan ulama dan para ahli Fikih. Kenapa? Karena skripsi ini membahas tentang perbedaan pengambilan hukum yang kita sebut sebagai Ayat Ahkam. Peneliti menunjukan ayat-ayat Ahkam beserta analisisnya dengan tema-tema Nahwu yang sekaligus menjadi problematika dalam skripsi ini. Tema-tema Nahwu tersebut meliputi Athof dan pirantinya, Huruf jar, Istisna dan pirantinya, Maf’ul Bih, Al Ta’rif, Hal, Mashdar dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendeketan metode Ilmu Nahwu. Peneliti bermaksud menunjukan berbagai segi bacaan Nahwu dalam beberapa Ayat Ahkam. Dan perbedaan bacaan Nahwu ini dapat mengubah hukum fikih. Peneliti melihat bahwa isyarat Nahwu menjadi faktor utama bagi para ahli Fikih dan para Mufassir , bahwa para ahli Fikih berpegang pada isyarat dalam pendapat hukum fikihnya. Peneliti menyimpulkan bahwa perbedaan dalam isyarat Nahwu menjadi sebab berbagai perbedaan hukum Fikih. Dan hukum Fikih dibangun atas apa yang ada dalam benak para ahli Fikih dari pemahaman ilmu Nahwu dan Ilmu Fikihnya. Kata Kunci: Isyarat Nahwu, I’rab, Perbedaan, Ayat-ayat Ahkam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs, Musthofa, MA
Uncontrolled Keywords: Isyarat Nahwu, I’rab, Perbedaan, Ayat-ayat Ahkam, grammatical significance, expressions, differences, verses of judgments
Subjects: Kesusastraan Arab > Bahasa Arab - Kajian Ilmu Ma'ani
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 01 Dec 2020 09:42
Last Modified: 01 Dec 2020 09:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/41446

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum