BEBERAPA SUMBER KESALAHAN PENGUKURAN DALAM UJIAN BENTUK OBJEKTIF DAN UJIAN BENTUK SUBJEKTIF

ANAS SUDIJONO, (2008) BEBERAPA SUMBER KESALAHAN PENGUKURAN DALAM UJIAN BENTUK OBJEKTIF DAN UJIAN BENTUK SUBJEKTIF. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 54 Th. 1994/.

[img]
Preview
Text
07. Anas Sudijono- BEBERAPA SUMBER KESALAHAN PENGUKURAN DALAM UJIAN BENTUK OBJEKTIF DAN UJIAN BENTUK SUBJETIF.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

bMasalah pengukuran dan penilaian dalam pendidikan adalah masalah yang selalu terkandung dalam pekerjaan dan pendidikan keguruan, sehingga karenanya sudah seharusnya menjadi salah satu bagian yang penting dalam kelengkapan keahlian seorang guru. Bahkan tidak hanya sekedar menjadi dalah satu bagian saja, akan tetapi sebaliknya ia merupakan bagian integral, yang tak terpisahkan dari proses mengajar dan belajar. Tanpa titk tolak dasar pikiran yang serupa ini maka pengukuran dan penilaian pendidikan tidak akan dapat menunaikan fungsinya sebagaimana semestinya. Berbicara tentang pengukuran dan penilaian dalam dunia pendidikan, maka istilah pengukuran (measurement) sering kali diberi arti yang sama dengan penilaian (evaluation). Dalam hal ini acapkali orang beranggapan bahwa apabila ia mengukur suatu hal ( misalnya mengukur kecerdasan seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan alat, misalnya tes intelligensi), maka ia merasa telah melakukan penilaian. Memang, sekalipun dua pengertian itu mempunyai pertalian yang sangat erat, namun sebenarnya kedua istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda.Penilaian --setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidiakn-- mempunyai arti yang lebih luas ketimbang pengukuran. Pengukuran hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka penilaian. Dikatakan kiranya perlu diambil sebab tidak semua perbuatan penilaian harus didahului oleh tindakan pengukuran secara nyata. Pengukuran pada dasarnya bersifat deskriptif-kuantitatif; kegiatan pengukuran akan menghasilkandata dan informasi yang pada umumnya berbentuk angka-angka. Sedangkan penilaian pada dasarnya merupakan penafsiran aatu interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. Dikatakan sering, sebab tidak semua penafsiran bersumber pada data kuantitatif. Sekalipun demikian perlu ditegaskan, bahwa penilaian atau evaluasi dalam pendidikan sebagian besar bersumber pada data yang bersifat kuantitatif yang berasal dari pengukuran. Jadi proses penilaian dalam bidang pendidikan pada umumnya didahului proses pengukuran.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kesalahan, Pengukuran, Ujian, Objektif, Subjektif,
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:47
Last Modified: 28 Dec 2016 01:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/415

Actions (login required)

View Item View Item