UNSUR METHODOLOGY DALAM PENYELIDIKAN HADIETS

ROMDON, (2008) UNSUR METHODOLOGY DALAM PENYELIDIKAN HADIETS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 9 Th. XIII-1975/.

[img]
Preview
Text
07. ROMDON - UNSUR METHODOLOGY DALAM PENYELIDIKAN HADIETS.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Research adalah methode ilmubSalah satu pola research yang sempurna itu adalah adanya hipotesa dan percobaan atau pengalaman inderawi, hypothesis end and experimentation. Hypothesa adalah dugaan tentang kesimpulan yang akan diperolah nanti dari penyelidikan yang akan dilaksanakan terhadap suatu masalah. Hypothesa dapat dilahirkan atau tidak. Memang methode yang mutakhir untuk mencari ilmu adalah melalui hypothesa atau percobaan atau melihat kenyataaan atau fakta inderawi. Inilah dia methode penyelidikan. Disini manusia sadar akan adanya masalah yang mempunyai hubungan sebab akibat dengan masalah lain. HUbungan sebab akibat ini tidak ghaib bahkan dapat ditelusuri dengan akal. Disamping itu, berpijak atau postulat atau landasan berpikir sebab akibat itu, manusia juga berpijak atas postulat-postulat yang lain yang terdapat dalam dirinya sendiri maupun postulat mengenai alam. Diterangkan bahwa cara-cara yang ditempuh oleh manusia dalam mencari atau menyusun ilmu dari masa kemasa adalah sebagai berikut.bYang bersifat aktif, mula-mula periode trial and error, artinya mencoba dan salah. Mencoba dengan coba-coba yang tidak ditunjuki oleh teori-teori atau dalil-dalil atau pengalaman-pengalaman sebelumnya. Percobaannya baru diarahkan oleh institusi dan kecerdasan akal serta sedikit pengalaman yang ada pada si pencoba. Kalau salah di coba lagi dan kalau masih salah di coba lagi, demikian seterusnya sampai didapat kesimpulan yang dianggap benar. Caranya aktif tetapi meraba-meraba tanpa konsepsi yang jelas. Walaupun demikian, ini sudah lebih baik jika dibandingkan denga sebelumnya di mana penemuan-penemuan hanya semata-mata berdasakan kebetulan. di waktu sebelumnya, manusia hanyap saif menanti. Lalu menyusul periode aauthority and tradition kekuasaan dan tradisi atau adat kebiasaan. Orang-orang yang berwibawa perkataannya di anggap benar. Demikian pula kebiasaan-kebiasaan warisan leluhur, naluri leluhur dianggap benar pula. Kewibawaan demikian mungkin dimiliki oleh kepala suku, penguasa, dukun, pendeta, atau lainnya. Orang-orang demikian, perkataannya dianggap benar. Seterusnya menyusul periode speculative and argumentation, berpikir dan berargumentasi, orang berpikir dan berpendapat, kemudian mempertahankan pendapatnya berdasarkan argumen-argumen logika. Disinilah barangkali letak filsafat. Orang menjagakan kemampuan berpikirnya. Orang sangat percaya kepada kemampuan akalnya. Periode ini merupakan perintis kelahiran periode berikutnya yang merupakan periode terakhir, yaitu periode penyelidikan. Penyelidikan ini mendasarkan dirinya pada empirical world, kepada fakta-fakta inderawi, tetapi berpijak pada logical juga. Fakta-fakta diatur dan diperas secara logis, menjadi dalil-dalil atau teori-teori. Pola kerja aktifitas ilmu pada periode ini adalah pola kerja logika, pola kerja berpikir yang benar. Di ciptakanlah cara-cara penyelidikan yang tahapnya seperti tahap-tahap orang berpikir. Pola penyelidikan yang tersusun rapi ini merupakan perpaduan pola berpikir deduktif dan induktif. Sedang pola deduktif dan induktif adalah pola logika, pola bberpikir yang urut. Kedua pola deduktif dan induktif mempunyai kelebihan dan kekurangan, dipadukan menjadi suatu pola kerja yang harmonis dan efektif. Deduktif, artinya mulai dari dalil-dalil, kemudian melihat kenyataan. Sedang induktif, adalah sebaliknya mulai dari kenyataan-kenyataan yang banyak, kemudian menarik dalil yang berlaku umum.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Methodology, Hadiets, pola research
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 04 Apr 2013 11:40
Last Modified: 28 Dec 2016 07:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/427

Actions (login required)

View Item View Item