RESPON PEDAGANG KLITHIKAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA

NUR FITRIANA KUSUMANINGTYAS - NIM. 05720003, (2010) RESPON PEDAGANG KLITHIKAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (RESPON PEDAGANG KLITHIKAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Relokasi Pasar Klithikan di Jalan Mangkubumi Yogyakarta))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (572kB) | Preview
[img] Text (RESPON PEDAGANG KLITHIKAN TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Relokasi Pasar Klithikan di Jalan Mangkubumi Yogyakarta))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (331kB)

Abstract

Menjadi pedagang klithikan adalah alternatif pekerjaan yang dinilai cukup menjanjikan. Banyaknya permintaan pasar membuat orang semakin tertarik untuk membuka usaha di pasar klithikan. Bertambahnya jumlah PKL klithikan ternyata membawa masalah baru bagi lingkungan. Keberadaan PKL telah diatur dalam PP Nomor 26 Tahun 2002. Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2007 sebagai juklak PP berhasil merelokasi pasar klithikan dari Jalan Mangkubumi ke pasar klithikan Pakuncen, karena lokasi tersebut dinilai lebih representatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses relokasi yang di dalamnya menuai berbagai respon dari pedagang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan data yang utuh mengenai permasalahan yang diteliti. Data ini diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Tindakan Sosial (Max Weber) yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain dan tindakan tersebut merupakan perbuatan yang bagi si pelaku mempunyai arti subjektif. Hasil analisis menyimpulkan: pertama, lahirnya kebijakan penataan PKL disebabkan kurang tertibnya pedagang di wilayah Jl. Mangkubumi. Kedua, awalnya beberapa pedagang menilai relokasi sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan, karena dampaknya seringkali menjadikan sektor informal termarjinalisasikan. Sebagai respon, mereka menggelar aksi demo. Namum, mayoritas pedagang menilai kebijakan relokasi sebagai suatu bentuk keberpihakan pemerintah kepada para pedagang dalam usaha mempertahankan eksistensi pedagang klithikan. Munculnya respon yang kedua ini tidak terlepas dari keberadaan paguyuban yang berhasil menjembatani komunikasi antara pemerintah dan pedagang. Ketiga, kondisi pedagang klithikan pasca relokasi dilihat dari pendapatan, belum mengalami kenaikan yang signifikan. Akan tetapi dari sisi yang lain mengalami perubahan yang lebih baik dibanding prarelokasi. Kualitas SDM pedagang meningkat setelah mengikuti berbagai pelatihan, status pedagang menjadi legal, dan secara teknis, perdagangan lebih praktis karena disediakan bunker untuk menyimpan barang pada tiap los. Pedagang juga merasa lebih nyaman karena bangunan pasar Pakuncen permanen dan lebih representatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Sulistyaningsih S.Sos., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Respon, Pedagang Klithikan, Relokasi.
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 07 Sep 2012 09:50
Last Modified: 15 Dec 2016 08:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4306

Actions (login required)

View Item View Item