POST MODERNISME PERSPEKTIF PEMIKIRAN KULTURAL KEAGAMAAN

M. MASYHUR AMIN, (2008) POST MODERNISME PERSPEKTIF PEMIKIRAN KULTURAL KEAGAMAAN. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 55 TH. 1994/.

[img]
Preview
Text
12. M. Masyhur Amin - POST MODERINSME PERSPEKTIF PEMIKIRAN KULTURAL KEAGAMAAN.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

b Dunia pemikiran biasanya dihadapkan kepada dua kubu yang dikhotomis, yaitu tradisionalisme dan modernisme, baik yang menyangkut pemikiran keagamaan maupun sosial budaya. Tradisionalisme diidentikkan dengan sikap budaya dan pemikiran keagamaan yang konservatif, tertutup, kurang menghargai waktu, tidak mempunyai perencanaan program, melihat ke belakang, percaya pada takhayul, lamban dalam mengantisipasi perubahan, dan sebagainya. Sementara itu, modernisme diidentikkan dengan progres, terbuka, menghargai waktu, mempunyai perencanaan program yang matang, melihat ke depan, cepat mengantisipasi perubahan, dan seterusnya. Ada kesan, seakan-akan tradisionalisme itu lambang keterbelakangan, sementara modernisme lambang kemajuan, tanpa melihat lebih dalam, filosofi yang melatari pemikiran tradisionalisme dan modernisme itu, bahkan juga buta terhadap kebaikan yang terdapat dalam tradisionalisme dan kelemahan modernisme. Padahal jika kita lacak lebih jauh, modernisme selain menjanjikan kenyamanan dan kemudahan dalam hidup berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga memiliki dampak negatif yang tidak kalah pentingnya untuk secepatnya diatasi, yang sulit dijangkau oleh kemajuan ilmu dan teknologi itu sendiri. Dampak negatif itu antara lain dapat dilihat dari banyak aspek, yaitu hidup hedonisme, konsumerisme, ukuran kehidupan yang serba materi, erosi moral, eksplorasi alam yang berlebih-lebihan berakibat pada rusaknya lingkungan, bahkan dunia sekarang dipusingkan dengan limbah industri, termasuk limbah industri nuklir yang membawa ketegangan antar negara maju dan negara berkembang, problem pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Post Modernisme, Pemikiran, Kultural, Keagamaan
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:13
Last Modified: 15 Apr 2013 10:13
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/431

Actions (login required)

View Item View Item