QASAM DALAM AL QUR'AN (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IBN AL-QOYYIM AL-JAUZIYYAH DAN 'AISYIAH ABDURRAHMAN BINT AL-SYATI' TERHADAP AYAT-AYAT SUMPAH)

MUH TAQIYUDIN - NIM. 06530005, (2010) QASAM DALAM AL QUR'AN (STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IBN AL-QOYYIM AL-JAUZIYYAH DAN 'AISYIAH ABDURRAHMAN BINT AL-SYATI' TERHADAP AYAT-AYAT SUMPAH). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (QASAM SALAM AL-QUR'AN (Studi Komparasi Pemikiran Ibn al-Qayyim al-JAuziyyah dna 'Aisyah Abdurrahman Bint al-Syati terhadap ayat-ayat Sumpah))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (994kB) | Preview
[img] Text (QASAM SALAM AL-QUR'AN (Studi Komparasi Pemikiran Ibn al-Qayyim al-JAuziyyah dna 'Aisyah Abdurrahman Bint al-Syati terhadap ayat-ayat Sumpah))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (788kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)

Abstract

Sebagai sebuah peradaban, bangsa arab memiliki aturan dan tata hukum yang berlaku. Untuk itu, al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur terutama demi menyelerasi situasi dan kondisi masyarakat arab yang beragam. Aqsam al-Qur'an adalah salah satu bentuk ungkapan al-Qur'an yang memanfaatkan keadaan tersebut. Peradaban mereka yang begitu menghargai sumpah dan kondisi psikologis mereka yang bertingkat-tingkat menginspirasi al-Qur'an untuk menggunakan ungkapan qasam dalam bebrapa beritanya. Aktivitas penafsiran terus berkembang dari generasi ke generasi. Hal ini juga yang terjadi dalam upaya pemahaman terhadap ayat-ayat qasam. Diantara tokoh yang memiliki perhatian khusus dalam kajian ini ialah Ibn al-Qoyyim al-Jauziyyah sebagai perwakilan dan generasi era pertengahan dan 'Aisyah Abdurrahman Bint al-Syati' dalam era modern. Dari kedua mufassir ini, penulis berusaha melakukan penelitian yang bersifat komparatif terhadap pemikiran mereka dalam kajian qasam. Penelitian ini menggunakan metode analitis-komparatif, yakni dengan menelaah bahan-bahan pustaka baik berupa buku, artikel dalam jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan dengan topik kajian. Gagasan yang berkembang di kalangan para ulama adalah bahwa qasam haruslah berupa sesuatu yang agung (diagungkan). Gagasan inilah yang mendorong para mufassir untuk mencarikan aspek keagungan (hikmah, manfaat, dan keutamaan) dalam aqsam yang digunakan al-qur'an. Ibn Qoyyim termasuk yang memegang erat gagasan ini dan menetapkan kaidah-kaidahnya. Tujuan dari qasam, menurutnya adalah mengungkapkan kemulian muqsam bih. Pemikiran inilah yang kemudian dibantah dan direkonstruksi oleh Bint al-Syati'. Menurutnya qasam al-Qur'an harus dipahami sesuai dengan ungkapanya yang berbeda-beda tersebut. Hasil pembacaannya terhadap ayat-ayat qasam menyimpulkan bahwa qasam dengan wawu yang berada pada awal surah atau ayat lebih menunjukkan adanya keseimbangan pembandingan antara muqsam bih yang berupa materi-materi indrawi dengan jawab al-qasam yang berupa materi-materi maknawi. Muqsam bih yang diungkapkan di awal adalah sebagai persiapan untuk menjelaskan (tautiah idahiyyah) hal-hal gaib tersebut, sedangkan qasam yang didahului oleh la menunjukkan ketidakbutuhan Allah terhadap qasam, karena Allah yang Maha Benar pada dasarnya tidak membutuhkan sumpah. Bint al-Syati' telah melakukan rekonstruksi dari apa yang telah dicapai oleh Ibn al-Qoyyim dan para mufassir sebelumnya tentang hubungan muqsam bih dan muqsam 'alaih, dan menetapkan kaidah-kaidah metodologis. Baginya, pertama muqsam bih wajib berupa sesuatu yang hissi dan muqsam 'alaih berupa hal-hal yang maknawi. Kedua, setiap kata yang dijadikan muqsam bih harus diperhatikan batasannya, karena akan mempengaruhi pemaknaan pembandingan (al-taqabul) pada muqsam 'alaih. Ketiga, harus dibedakan antara wawu qasam yang terdapat pada awal kalimat dengan didahului (disisipi) kata tertentu sebelumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. M. Mansur, M.Ag 2. DR.Phil. Sahiron Syamsuddin, MA.
Uncontrolled Keywords: qasam (sumpah), Aqsam al-Qur'an, Ibn al-Qoyyim al-Jauziyyah, 'Aisyah Abdurrahman Bint al-Syati', ayat-ayat qasam
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2012 11:07
Last Modified: 15 Aug 2012 11:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4349

Actions (login required)

View Item View Item