EMANSIPASI WANITA DALAM AN-NIDAU AL-KHALID KARYA ; NAJIB AL-KAILANI

MARDJOKO IDRIS, (2008) EMANSIPASI WANITA DALAM AN-NIDAU AL-KHALID KARYA ; NAJIB AL-KAILANI. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 55 TH. 1994/.

[img]
Preview
Text
09. Mardjoko Idri - EMANSIPASI WANITA DALAM AN-NIDAU AL-KHALID KARYA ; NAJIB AL-KAILANI.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

bNajib Kailani dan Karyanya Untuk mengetahui sedikit lebih jauh sosok Najib Kailani dan berikut karyanya di bidang sastra, penulis kenalkan sosok tersebut dengan menggunakan rujukan tunggal dari buku iAl-Ittijah al-Islami fi Amal (Najib Kailani) al-Qasasiyah/i, karya Abdullah ibn Salih al-Arini. Najib Kailani nama lengkapnya adalah Najib ibn Ibrahim ibn Abdul-latif al-Kailani. Lahir pada bulan Muharram 1350 H, atau tepatnya awal Juni 1931 M., di desa Syarsyabah, propinsi al-Garbiyah di Mesir. Karya Najib Kailani, baik di bidang sastra maupun kesehatan, diperkirakan tidak kurang dari 58 judul buku dan beberapa makalah yang dimuat di berbagai media massa. Sebagai karya sastra yang lahir di masa perjuangan kemerdekaan, tidak aneh manakala karya Najib Kailani tidak dapat diwarisi setelahnya secara keseluruhan. Panggilan Emansipasi Wanita di Mesir Sebelum Qasim Amin (1865-1908) muncul mengemukakan gagasan-gagasannya tentang emansipasi wanita, al-Tahtawi (1801-1873) telah terlebih dahulu mengemukakan dan menganjurkan emansipasi wanita i(Tahrirul-Marah)/i. Menurut Tahtawi, anak-anak perempuan mesti memperoleh didikan yang sama dengan anak laki-laki. Kaum ibu harus mempunyai pendidikan, agar dapat menjadi isteri yan baik dan dapat menjadi teman suami dalam kehidupan intelek dan sosial, bukan hanya isteri yang dapat memenuhi kehidupan jasmani keluarga semata. Tahtawi juga menyerukan agar wanita dapat bekerja sebagaimana laki-laki dalam batas-batas kesanggupan dan pembawaan mereka. Orang yang mengatakan wanita itu di rumah dan tidak perlu berpendidikan, menurut Tahtawi mereka itu lupa, bahwa isteri Nabi, Hafsah dan Aisyah pandai membaca dan menulis. Pemikiran Tahtawi ini kemudian diteruskan oleh Muhammad Abduh untuk kemudian dikupas oleh Qasim amin melalui tulisannya berjudul iTahrirul Marah/i (Emansipasi wanita). Emansipasi Wanita dalam an-Nidau al-Khalid Najib al-Kailani (1931-...) melalui novelnya ini juga mengetengahkan kebebasan wanita (emansipasi wanita) melalui tokoh Sobirin. Pandangan gagasan-gagasan emansipasi wanita melalui bahasa sastra ini nampaknya (baginya) lebih aman dan mengena disamping tidak beroposisi dengan para tradisionalis yang masih memegang teguh tradisi-tradisi lama secara langsung. melalui bahasa simbolis atau nama-nama simbolis itu pula. Najib kailani dapat secara leluasa menuangkan ide-idenya tentang kemerdekaan dan kebebasan wanita.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Emansipasi, Wanita, An-Nidau al-Khalid, Najib al-Kailani
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:09
Last Modified: 27 Dec 2016 07:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/437

Actions (login required)

View Item View Item