HAK NAFKAH ISTERI BEKERJA (STUDI PERBANDINGAN PENDAPAT TOKOH-TOKOH ISLAM DI YOGYAKARTA)

AGUS ZAINAL FUADI NIM. 05360033, (2010) HAK NAFKAH ISTERI BEKERJA (STUDI PERBANDINGAN PENDAPAT TOKOH-TOKOH ISLAM DI YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HAK NAFKAH ISTERI BEKERJA (STUDI PERBANDINGAN PENDAPAT TOKOH-TOKOH ISLAM DI YOGYAKARTA) )
BAB I,VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HAK NAFKAH ISTERI BEKERJA (STUDI PERBANDINGAN PENDAPAT TOKOH-TOKOH ISLAM DI YOGYAKARTA) )
BAB II, III, IV, V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (484kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)

Abstract

Perempuan (isteri) di Indonesia pada saat ini mempunyai peran yang cukup seimbang dengan laki-laki (suami). Hal ini dapat dilihat dari kontribusi ekonomi yang diberikan oleh perempuan (isteri) di dalam keluarganya. Fenomena perempuan bekerja menjadi hal yang biasa, namun hal ini menjadi polemik pada kaum agamawan, meraka mengaitkan fenomena perempuan bekerja dengan gerakan feminisme, namun pada sebagian keluarga menengah kebawah bekerja merupakan keharusan untuk bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan keluarga. oleh karena itu, fenomena perempuan bekerja pada keluarga menengah kebawah terjadi karena untuk keberlangsunagn hidup dan masa depan anak-anaknya, sedangkan pada keluarga menangah keatas, perempuan (isteri) bekerja dikaitkan dengan isu kesetaraan gender Berdasarkan data BPS Kota Yogyakarta pada tahun 2000-2008 perempuan yang aktif bekerja sejumlah 44,2 %. Berdasarkan hal inilah penyusun tertarik untukmengkaji bagaimana pemikiran tokoh-tokoh Islam di Yogyakarta mengenai hak nafkah isteri yang bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif,sifat penelitian ini adalah analisis komparatif sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis dan normatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode wawancara yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh Islam di Yogyakarta sejumlah 19 orang, serta wawancara terhadap perempuan(isteri) bekerja yaitu sejumlah 26 orang yang bertempat tinggal di RW 12 Kampung Karang Kajen, Yogyakarta. Wawancara dengan tokoh-tokoh Islam meliputi pandangan mereka tentang perempuan bekerja dan nafkahnya, hak dan kewajiban, peran dan tugas suami-isteri serta konsep kepala rumah tangga, sedangkan wawancara terhadap perempuan(isteri) bekerja meliputi, aktivitas pekerjaanya, peran dan pembagian tugas, kedudukan suami dan isteri, status, pengambilan keputusan maupun pandangan mereka terhadap nafkah isteri yang bekerja. Setelah dilakukan penelitian, sebanyak 15 tokoh Islam di Yogyakarta menyatakan bahwa isteri yang bekerja diperbolehkan sedangkan nafkahnya tetap kewajiban suami walaupun pendapatan isteri lebih besar dari pada suami, sedangkan sebanyak 4 tokoh Islam di Yogyakarta menyatakan bahwa sebaiknya isteri tidak harus bekerja di luar rumah karena nafkah sudah ditanggung oleh suami, namun mereka tidak melarang perempuan untuk aktive bekerja diluar rumah artinya boleh-boleh saja, sedangkan hasil wawancara dengan perempuan (isteri) bekerja di RW 12 Kampung Karang Kajen, bahwa nafkah adalah kewajiban suami dan hak seorang isteri meskipun mereka mempunyai penghasilan dan pendapatan lebih besar dari suami, karena motivasi mereka bekerja adalah untuk membantu pendapatan suami dan mencukupi kebutuhan keluarga, berdasarkan penelitian tersebut konsep nafkah sesuai dengan ajaran Islam yaitu nafkah adalah kewajiban suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga termasuk isteri, meskipun para perempuan yang bekerja menjadi tulang punggung keluarga. sehingga hal ini merupakan pemikiran yang baru yang dapat memberi masukan kepada pelaku kebijakan tentang konsep nafkah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : 1. Drs. ABDUL HALIM, M. Hum 2. Dra. SITI. RUHAINI DZUHAYATIN, M.A
Uncontrolled Keywords: Hak Nafkah, Pernikahan
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 06 Sep 2012 10:01
Last Modified: 06 Sep 2012 10:02
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4399

Actions (login required)

View Item View Item