MASUKNYA KISAH-KISAH ISRAILIYYAT DALAM PENAFSIRAN AL-QURAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGAMANNYA

A. MALIK MADANIY, (2008) MASUKNYA KISAH-KISAH ISRAILIYYAT DALAM PENAFSIRAN AL-QURAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGAMANNYA. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 21 Th. 1979/.

[img]
Preview
Text
01. A MALIK MADANI - MASUKNYA KISAH-KISAH ISRAILIYYAT DALAM PENAFSIRAN AL-QUR'AN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGAMANANNYA.pdf - Accepted Version

Download (15MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Masuknya kisah-kisah Israiliyyat dalam penafsiran Al-Qur,an dengan berbagai bentuk dan manifestasinya, sebenarnya sudah sejak abad-abad pertama pertama Islam, menjadi salah satu bahan pembicaraan dan pemikiran para cendekiawan Islam, dimana banyak diantara mereka mensinyalir bahwa kisah-kisah itu banyak mengandung unsur-unsur yang membahayakan dan mengancam citra kemurnian ajaran Islam. Apabila dikalangan kaum Muslim yang hidup dimasa kita sekarang ini masih banyak bermunculan kritik-kritik dan penolakan-penolakan, seperti dinyatakan oleh J.J.G. Jansen dalam bukunya The Interpretation of the Koran in modern Egypt bahwa : Modernist Moslems often reject the Israiliyyat traditions because of the irrational, miraculous and fantastical character, maka sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang baru, melainkan hanyalah sebagai kelanjutan belaka dari apa yang telah dirintis oleh Ulama-Ulama kita terdahulu. Dan jikalau sinyalemen para cendekiawan diatas itu benar, maka sikap yang harus kita ambil terhadap kisah-kisah Israiliyyat itu pun tidaklah identik dengan sikap menolak secara apriori, karena ternyata tidak sedikit pula diantara kisah-kisah itu yang nilai keshahihannya cukup meyakinkan, baik ditinjau dari segi riwayah maupun dari segi diroyah. Yang penting bagi kita ialah mengetahui gambaran yang sebenarnya dari kisah-kisah itu, sehingga kita dapat menempatkannya pada proporsinya yang wajar. Dengan demikian kitapun akan lebih dapat terhindar dari perngkap ekses-ekses yang ditimbulkan. Dalam konteks semacam inilah, pembahasan tentang beberapa aspek disekitar kisah-kisah Israiliyyat yang masuk kedalam penafsiran Al-Quran ini kami ketengahkan. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Israiliyyat, Tafsir, Al-Quran,
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 05 Apr 2013 10:00
Last Modified: 24 May 2013 14:07
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/440

Actions (login required)

View Item View Item