PELAKU ILLEGAL LOGGING PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG KEHUTANAN DAN HUKUM ISLAM

Downloads

Downloads per month over past year

BUDI SAPUTRA NIM: 05360085, (2010) PELAKU ILLEGAL LOGGING PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG KEHUTANAN DAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (739Kb)
[img] Text
BAB II,III,IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (569Kb)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0b)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0b)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt
Restricted to Repository staff only

Download (0b)

Abstract

ABSTRAK Hutan yang luasnya 137.090.468,18 hektar dan merupakan 60 % luas daratan Indonesia, sebenarnya merupakan kekayaan alam yang sangat penting dan strategis. Namun, kekayaan sebesar itu tidak banyak dirasakan hasilnya oleh rakyat, karena gagal dalam pengelolaannya. Gagalnya pengelolaan hutan mengakibatkan kondisi hutan di tanah air mengalami kerusakan. Kerusakan hutan diperparah dengan maraknya aksi pembalakan secara ilegal atau yang lebih popular dengan istilah illegal logging. Hingga saat ini masalah illegal logging memang menjadi masalah negara yang belum bisa diselesaikan. Kesulitan yang dirasakan oleh aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan ini dikarenakan illegal logging merupakan jaringan bisnis kriminal yang dikelola dengan baik dan memiliki dukungan yang kuat sehingga menjadi suatu jaringan kerja yang ekstensif dan kokoh. Disamping itu, lemahnya penerapan sanksi bagi pelaku mengakibatkan banyaknya aktor illegal logging yang lolos dari jeratan hukum. Realita inilah yang melatarbelakangi mengapa penulis melakukan penelitian ini. Penelitian ini termasuk kategori penelitian library research, yaitu pola penelitian yang menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Penelitian ini bersifat deskriptifanalitik dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif. Hasil sumber data yang telah diperoleh baik dari sumber primer maupun sekunder, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis; Induktif yaitu menarik kesimpulan dari data-data yang bersifat khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum; Komparatif yaitu menganalisis data dengan cara membandingkan beberapa data atau teori yang berbeda untuk menemukan letak persamaan dan perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan : Pertama, kriteria tindak pidana illegal logging dalam Undang-undang Kehutanan meliputi a. Mengerjakan, dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah; b. Menebang pohon dan memiliki hasil hutan secara ilegal; c. Mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan tanpa surat keterangan sahnya hasil hutan; d. Membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lain yang patut diduga akan digunakan untuk mengangkut hasil hutan di dalam kawasan hutan, tanpa izin; e. Membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk menebang, memotong, atau membelah pohon di dalam kawasan hutan tanpa izin; f. Mengeluarkan, membawa, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dari kawasan hutan tanpa izin. Kedua, illegal logging dalam konteks hukum Islam adalah mengambil secara diam-diam hasil hutan (kayu) dari tempat penyimpanannya (hutan) tanpa kerelaan atau izin pemiliknya (pejabat yang berwenang). Ketiga, sanksi bagi pelaku illegal logging dalam Undang-undang Kehutanan meliputi sanksi pidana, sanksi administratif, dan sanksi perdata. Sanksi pidana meliputi pidana penjara, pidana kurungan, pidana denda, dan pidana perampasan benda yang digunakan untuk melakukan tindak pidana. Keempat, sanksi bagi pelaku illegal logging dalam hukum Islam adalah ta'zi r. Hukuman ta'zi r dapat berupa sanksi terhadap badan (hukuman mati dan jilid), sanksi terhadap kemerdekaan seseorang (penjara/kawalan dan pengasingan), sanksi terhadap harta (denda, penyitaan, dan penghancuran barang), sanksi ta'zir lainnya yang ditentukan Ulil Amri demi kemaslahatan umum (peringatan keras dan dihadirkan di persidangan, ditegur, dicela atau dinasehati, dikucilkan, dipecat dari jabatannya, diumumkan kesalahannya,dll).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : 1. DRS. H. FUAD ZEIN, M.A 2. ISWANTORO, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Ilwegal Loging, Hukum Islam
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Madzab
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 25 Jul 2013 13:42
Last Modified: 25 Jul 2013 13:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4430

Actions (login required)

View Item View Item