DONOR ASI (AIR SUSU IBU) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN KEMAHRAMAN

ISTIANAH - NIM. 06350006 , (2010) DONOR ASI (AIR SUSU IBU) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN KEMAHRAMAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (DONOR ASI (AIR SUSU IBU) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN KEMAHRAMAN)
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (981kB) | Preview
[img] Text (DONOR ASI (AIR SUSU IBU) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN KEMAHRAMAN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (381kB)

Abstract

Air Susu Ibu, atau biasa disingkat ASI, memiliki keistimewaan besar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Bahkan keberadaannya sebagai kebutuhan pokok bagi anak bayi tidak bisa tergantikan dengan susu lain atau makanan dan minuman lainnya. Fungsi tersebut telah diakui oleh para dokter melalui penelitian ilmiah. Al-Qur'an dan Hadis pun juga telah mengakui keistimewaan yang dikandung dalam ASI. Bahkan syara' memberikan saran kepada kedua orang tua bayi untuk mengantikan atau menyewa ibu lain ketika ibu kandungnya berhalangan untuk menyusuinya sendiri. Dampak hukum lain yang mendapatkan perhatian dari syara' adalah mengenai konsekuensi hukum kemahraman yang ditimbulkan dari persusuan antara seorang perempuan lain dan bayi. Skripsi ini membahas tentang status hukum mahram antara bayi dan pemilik ASI melalui lembaga donor atau bank ASI. Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana praktik donor ASI di Indonesia dan di beberapa negara luar? dan (2) bagaimana pandangan hukum Islam mengenai status kemahraman anak penerima donor ASI dengan ibu pendonornya? Untuk menjawab pertanyaan pertama, penulis menggali informasi dari berbagai sumber terkait dengan praktik pendonoran ASI yang terjadi di beberapa lembaga swadaya masyarakat yang menghimpun sekian banyak ASI dari para pendonornya untuk aksi kemanusiaan, baik praktik yang terjadi di dalam negeri (Indonesia) maupun di negara lain. Hasil pengumpulan data dan informasi tersebut kemudian digunakan untuk merumuskan dan menjawab persoalan kedua, yakni mengenai status kemahraman dari praktik rada' (persusuan) yang terjadi di beberapa lembaga donor ASI. Melalui pendekatan normatif, penelitian ini dikaji melalui teori yang dikemukakan Abu Hanifah bahwa ASI harus murni, tidak tercampur dengan benda lain. Teori Ibn Hazm bahwa rada' adalah persusuan yang dilakukan secara langsung terhadap tetek seorang perempuan atau ibu. Di samping itu, teori Maqashid as-Syari'ah, tujuan ditetapkannya hukum Islam, yakni terkait dengan berdirinya bank ASI, yaitu untuk membantu bayi yang sangat membutuhkan ASI. Hikmah pengharaman perkawinan antara mahram. Persaksian dalam penyusuan, juga dijadikan sebagai kerangka teori dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik donor ASI di Indonesia seperti yang digagas oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Klinik Laktasi Jakarta, melakukan penghimpunan ASI kemudian ASI tersebut terlebih dahulu dimasak untuk menghindari terjangkit virus. praktik donor ASI yang terjadi di Indonesia maupun di negara lain tidak dapat membawa konsekuensi hukum mahram (hubungan kemahraman) antara perempuan pemilik (pendonor) ASI dengan anak pengguna (pengkonsumsi) ASI tersebut. Sebab praktik pendonoran ASI tidak memiliki beberapa kriteria dan syarat bagi terwujudnya hubungan mahram rada' (persusuan). Beberapa hal yang dianggap tidak memenuhi kriteria tersebut adalah: (1) penyusuan tidak dilakukan secara langsung; (2) ASI tidak murni; (3) tidak adanya persaksian dalam proses pendonoran dan penyusuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. DRS. SUPRIATNA, M.SI 2. HJ. FATMA AMILIA, M.SI
Uncontrolled Keywords: Air Susu Ibu, donor ASI, mahram rada'
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 02 Apr 2013 15:09
Last Modified: 11 Apr 2016 03:59
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4435

Actions (login required)

View Item View Item