KONSEP KAFA'AH DALAM PERNIKAHAN (STUDI PEMIKIRAN MAZHAB HANAFI)

MUSAFAK - NIM. 05350120, (2010) KONSEP KAFA'AH DALAM PERNIKAHAN (STUDI PEMIKIRAN MAZHAB HANAFI). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (KONSEP KAFA'AH DALAM PERNIKAHAN (STUDI PEMIKIRAN MAZHAB HANAFI))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (713kB) | Preview
[img] Text (KONSEP KAFA'AH DALAM PERNIKAHAN (STUDI PEMIKIRAN MAZHAB HANAFI))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (331kB)

Abstract

Pernikahan adalah suatu cara yang dipilih oleh Allah SWT. sebagai jalan bagi manusia untuk berkembang biak dan kelestarian hidupnya setelah masing-masing pasangan siap melakukan peranannya yang positif dalam mewujudkan tujuan pernikahan. Tujuan pernikahan adalah tercipta keluarga yang sakînah, yang diliputi mawaddah wa rahmah. Banyak cara yang untuk mewujudkan tujuan pernikahan, salah satunya adalah untuk mencari calon suami dan calon istri yang baik, namun cara tersebut bukanlah suatu kunci. Tetapi, paling tidak dapat menentukan baik tidaknya dalam kehidupan dikemudian hari, dan salah satu untuk mencari pasangan yang baik adalah dengan konsep kafa'ah. Permasalahan kafa'ah sebenarnya adalah suatu permasalahan yang sudah menjadi perdebatan di kalangan Ulama Mazhab sejak dahulu kala, di antaranya adalah Ulama Mazhab Hanafi, Abu Hanifah adalah tokoh pendiri Mazhab Hanafi , beliau adalah pencetus pertama dari konsep kafa'ah ini, Konsep ini muncul karena kekosmopolitan dan kekomplekan masalah dan masyarakat yang hidup di Irak ketika itu. Kompleksitas muncul sebagai akibat urbanisasi yang terjadi di Irak ketika itu. Urbanisasi melahirkan percampuran sejumlah etnik, seperti percampuran antara orang Arab dengan non-Arab yang baru masuk Islam, untuk menghindari salah pilih dalam pasangan pernikahan, teori kafa'ah jadi niscaya. Dalam kaitannya dengan keidupan yang sekarang konsep ini dirasa menimbulkan pengklas-klasan dan pengelompokan diantara manusia yang dianggap tidak relevan lagi, apalagi dengan munculnya jargon-jargon egalitarianisme, HAM, Gender, Anti Diskriminasi, yang kesemuanya menuntut keadilan didalamnya. Dari penjelasan diatas, muncul permasalahan yang harus dipecahkan, yaitu : 1) historisitas penetapan konsep kafa'ah Mazhab Hanafi? 2) Bagaimana relevansinya dalam masyarakat di Indonesia yang sekarang ini? Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dalam pengumpulan data digunakan metode library reseach yang bersifat deskripftif-analitif. Data yang dikumpulkan berasal dari rujukan data primer yaitu: Al-Mabsut dan fathul Qodir yang diperkuat dengan data sekunder yang membahas seputar kafa'ah. Untuk analisa data digunakan pendekatan amp;#8216;urf dan maslahat. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa pemicu utama dari penetapan konsep kafa'ah Mazhab Hanafî adalah kompleksitas dan budaya mayarakat kufah ketika itu, yang diketahui dari sejarah penetapannya. Kemudian kriteria yang semula ada lima, setelah diteliti dengan menggunakan pendekatan dan kemaslahatan, maka yang masih relevan dalam masyarakat Indonesia ada dua kriteria, yaitu: Agama, dan kekayaan. Juga perlu adanya kesetaraan dalam tingkat yang lain demi terciptanya keluarga yang sakinah dalam bingkai mawaddah dan rahmah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. PROF. DR. H. KHOIRUDDIN NASUTION MA. 2. HJ. ERMI SUHASTI, M.SI
Uncontrolled Keywords: Pernikahan, kafa'ah Mazhab Hanafi
Subjects: Politik Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 14 Aug 2012 14:29
Last Modified: 11 Apr 2016 04:10
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4477

Actions (login required)

View Item View Item