PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PENGALIHAN SISA PENGEMBALIAN UNTUK DANA SOSIAL DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PAMELLA SWALAYAN YOGYAKARTA

NAILAS SHOFA - NIM. 05380075, (2010) PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PENGALIHAN SISA PENGEMBALIAN UNTUK DANA SOSIAL DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PAMELLA SWALAYAN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PENGALIHAN SISA PENGEMBALIAN UNTUK DANA SOSIAL DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PAMELLA SWALAYAN YOGYAKARTA)
BAB I. V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP PENGALIHAN SISA PENGEMBALIAN UNTUK DANA SOSIAL DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PAMELLA SWALAYAN YOGYAKARTA)
BAB II. III. IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (810kB)

Abstract

Jual beli merupakan salah satu bentuk ibadah dalam rangka mencari rizqi, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jual beli yang sesui dengan syari'at Islam yaitu jual beli yang tidak mengandung unsur ketidakpastian, ketidakadilan dan memaksa kehendak, semua itu dapat mengakibatkan kerugian dan penyesalan pada salah satu pihak. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pamella Swalayan Yogyakarta yang menerapkan bahwa uang sisa transaksi yang kurang dari Rp 100,- akan dialihkan untuk dana sosial. Disini timbul suatu masalah dalam pengalihan sistem pengembaliannya. Dari fenomena tersebut di atas, penyusun bermaksud menganalisa dari sudut pandang hukum Islam. Permasalahan yang diangkat adalah apakah sistem pengalihan sisa pengembalian untuk dana sosaial itu sudah sesui dengan hukum Islam? Adapun penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), maka penyusun menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Sifat penelitian yanag digunakan adalah deskriptik analitik, yang bedasarkan pada ketentuan pada norma-norma agama atau teori hukum Islam dalam rangka menemukan kebenaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek pengalihan sisa pengembalian untuk dana sosial di Pamella Swalayan Yogyakarta memang benar dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah proses transaksi jual beli.sisa uang yang dialihkan untuk dana sosial adalah uang recehan yang nilainya kurang dari Rp 100.-. untuk pengalihan sisa pengembalian untuk dana sosial di lakukan dengan dua akad yaitu lisan dan tulisan. Cara yang dengan lisan yaitu karyawan langsung minta persetujuan pembeli pada saat pembayaran di kasir, cara yang dengan tulisan bahwa pihak Pamella menempelkan poster-poster di sekitar Pamella, secara otomatis hal seperti itu sudah dianggap sebagai pemberitahuan. Dari pengalihan sisa pengembalian untuk dana sosial ada konsumen yang menerima dan menolak, alasan yang menolak karena motif seperti itu bisa disalahgunakan, tapi dengan pengarahan dan pengertian-pengertian kedua belah pihak akhirnya menerima, alasan yang menerima adalah untuk menciptakan kemaslahatan umum. Sedangkan mengenai pihak-pihak yang berakad sudah memenuhi syarat, objeknya juga dipandang memenuhi syarat, karna produk-produk di Pamella Swalayan tidak termasuk objek yang dilarang oleh syara'. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pengalihan sisa pengembalian untuk dana sosial sudah memenuhi ketentuan hukum Islam karna adanya unsur kerelaan antara kedua belah pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. RIYANTA, M.Hum. 2. GUSNAM HARIS, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Jual beli, sistem pengalihan sisa pengembalian, dana sosial
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 30 Sep 2013 08:29
Last Modified: 24 May 2016 02:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4478

Actions (login required)

View Item View Item