KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM WAYANG PURWA (TELAAH TERHADAP CERITA BARATAYUDA)

DIDI AHMAD RIYADI - NIM. 96121893, (2010) KEPEMIMPINAN ISLAM DALAM WAYANG PURWA (TELAAH TERHADAP CERITA BARATAYUDA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (447kB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (954kB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu bentuk karya seni yang dipakai sebagai sumber pencarian nilai-nilai adalah seni wayang kulit Jawa, karena di dalamnya terdapat berbagai ajaran dan nilai etis yang bersumber dari berbagai agama serta sistem filsafat dan etika. Pentas wayang kulit menyajikan aspek-aspek dan problem-problem kehidupan manusia baik individu maupun yang kolektif dalam bahasa dan idiom simbolik yang langsung menyentuh jiwa khalayak secara subtil penuh rasa. Masyarakat Jawa dengan budaya wayang telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari, tapi didalam masyarakat sendiri ada 2 persepsi mengenai wayang ini, yaitu : 1). Wayang dianggap sebagai suatu hal yang biasa ( bagi yang mengerti wayang), 2). Wayang dianggap sebagai hal yang luar biasa , bahkan suatu yang suci yang ada sebagai realita kehidupan dan tokoh-tokohnya seolah-olah adalah nenek moyangnya , baik dalam jalur mitos, legenda, maupun sejarah. Di dalam pertumbuhannya fungsi wayang juga telah mengalami beberapa perubahan, yaitu sejak dari fungsi sebagai alat suatu upacara yang ada hubungannya dengan kepercayaan (magic religious) hingga menjadi alat pendidikan yang bersifat didaktis dan sebagai alat penerangan, lalu menjadi bentuk kesenian daerah hingga kemudian menjadi obyek ilmiah, sekarang ini banyak orang mengatakan bahwa wayang kulit adalah kesenian yang tinggi martabatnya bahkan mendapat predikat wayang kulit adalah kesenian klasik tradisional adiluhung. Perang Baratayuda merupakan perang antara Pandawa dan Kurawa, awalnya cerita ini adalah sindiran terhadap perang antara kerajaan Kediri dan kerajaan Jenggala yang termasuk masih saudara sendiri. Sedangkan dalam alam Jawa dan Islam perang Baratayuda ini diartikan sebagai perang kebaikan melawan kejahatan, yaitu perang untuk mengendalikan hawa nafsu yang ada di dalam diri kita. Dengan demikian perang Baratayuda ini selain nilai yang bersifat pribadi juga nilai bersifat social dan ini bias di lihat dari sifat dan tingkah laku para tokoh wayang. OLeh karena itu nilai sangat erat hubungannya dengan tindakan juga selalu diukur melalui tindakan, sehingga nilai yang dapat di ambil daro cerita Baratayuda ini adalah kepemimpinan Islam yang mendasarkan kepada sifat dan tindakan para tooh wayang baik sebagai makhluk pribadi maupun sebagai makhluk social. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan metode historis yaitu proses menguji dan menagnalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau berdasarkan data yang di peroleh. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa: 1) Wayang merupakan salah satu media dakwah yang sangat berhasil guna menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat Jawa. 2). Perang Baratayuda dalam alam kejawen dan pengaruh ajaran Islam adalah perang antara kebaikan melawan kejahatan, dengan maksud manusia mampu memerangi nafsu-nafsu yang terdapat dalam diri sendiri yaitu nafsu amarah, nafsu sufiah, nafsu lawamah, dan nafsu mutmainnah.3) Perang Baratayuda dalam arti yang lebih luas adalah perang antara kebaikan dan kebatilan yang ada dalam masyarakat secara umum. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Badrun Alaena, M.Si
Uncontrolled Keywords: wayang kulit Jawa, idiom simbolik, budaya wayang, kesenian klasik tradisional, media dakwah
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 25 Jul 2013 08:47
Last Modified: 21 Dec 2016 04:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4490

Actions (login required)

View Item View Item