ILMU PENGETAHUAN DAN PERADABAN DALAM ISLAM (TINJAUAN TERHADAP KARYA SEYYED HOSSEIN NASR)

A. MUIN UMAR, (2008) ILMU PENGETAHUAN DAN PERADABAN DALAM ISLAM (TINJAUAN TERHADAP KARYA SEYYED HOSSEIN NASR). /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 22 Th. XV-1980/.

[img]
Preview
Text
01. A. MUIN UMAR - ILMU PENGETAHUN DAN PERADABAN DALAM ISLAM (TINJAUAN TERHADAP KARYA SEYYED HOSSEIN NASR).pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Gambaran ilmu di alam Islam memberikan kesan bagi pembaca-pembaca di Barat dan Timur, dengan kekaguman yang bermacam-macam. Tidak ada masalah mengenai kemampuan penulisnya dan cara-cara pendekatannya. Karena itu Seyyed Hossein Nasr seorang kelahiran Iran, dibesarkan dan mendapat pendidikan pertama di sana, kemudian melanjutkan stidinya di Eropa dan mempelajari ilmu Fisika dari Massachusetts Institute of Technology, pada permulaannya sangat tertarik kepada sejarah pemikiran ilmu pengetahuan yang saya mengajarnya. Demikian ungkapan yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Giorgio de Santillana ketika memberikan sambutan terbitnya karya Seyyed Hossein Nasr, iScience and Civilization in Islam,/i (New York : New American Library, 1970). Sesudah membaca sambutan dari Prof. Santillana itu dan sesudah menekuni tulisan Seyyed Hossein Nasr dalam waktu yang cukup lama, maka penulis pun tertarik untuk memberikan sekadar tinjauan terhadap buku yang ditulis Seyyed Hossein Nasr tersebut yang terjemahan judulnya, menjadi judul yang penulis kemukakan di dalam uraian ini. Kalau sekiranya apa yang penulis sajikan ini tidak kritis, mungkin disebabkan kedlaifan ilmu atau mungkin juga karena penulis terlanjur kagum terhadap penyajian yang dilakukan sarjana MUslim dari Iran yang kenamaan itu. Namun bagaimanapun juga memberikan sekadar tinjauan dan informasi terhadap karya penulis kenamaan dapat memberikan tambahan ilmu bagi kita. Seyyed Hossein Nasr sebagaimana disinggung diatas adalah seorang sarjana MUslim kelahiran Iran dan mendapat pendidikan serta menyelesaikan studinya di dalam bidang ilmu Fisika di Massachussetts of Technology, kemudian dia melanjutkan studinya di dalam bidang geologi dan geofisika di Universitas Harvard dan memperoleh gelar doktor dari Universitas tersebut tahun 1958 dengan memilih subjek History of Science. Beberapa tahun kemudian dia mengembangkan karinya di bidang sejarah ilmu ini, dan diangkat sebagai guru besar dalam mata pelajaran History of science di Universitas Teheran. Latar belakang pendidikan Barat yang diterimanya memberikan arti yang besar bagi dirinya, dan di dalam kepribadiannya dia menunjukkan sebagai seorang muslim modern yang dengan pernyataannya yang bergairah, langsung dan tanpa kompromi, dia merasa yakin akan kebangkitan kembali peradaban Islam.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ilmu Pengetahuan, Peradaban, Islam, Seyyed Hossein Nasr
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 05 Apr 2013 10:28
Last Modified: 06 Jan 2017 07:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/450

Actions (login required)

View Item View Item