MEMAHAMI MASA LAMPAU DENGAN PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL (Suatu Alternatif Metodologis)

MAMAN ABDUL MALIK SY., (2008) MEMAHAMI MASA LAMPAU DENGAN PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL (Suatu Alternatif Metodologis). /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 55 TH. 1994/.

[img]
Preview
Text
01. Maman Abdul Malik - MEMAHAMI MASA LAMPAU DENGAN PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL(Suatu alternatif Metodologis).pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bMinat manusia untuk mengungkap kembali peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau, bukan merupakan hal yang baru. Menurut catatan Historiografi Barat, hal itu sudah tampak, paling tidak sejak kira-kira pertengahan abad V denga munculnya Herodotus (490-430 SM) yang dianggap oleh Barat sebagai Bapak Sejarah kelahiran jaman klasik. Perlu diingat, bahwa peristiwa yang terjadi pada masa lampau itu tidak terhingga banyaknya. Pengungkapan kembali peristiwa-peristiwa itu selalu didasarkan atas jejak atau rekaman yang bias diperoleh, yang tentu saja hanya merupakan bagian terkecil dari peristiwa yang sesungguhnya pernah terjadi. Melalui proses atau teknik tertentu, jejak-jejak masa lampau itu direkonstruksikan menjadi sebuah bangunan cerita sejarah yang kira-kira mampu memberikan gambaran tentang kejadian yang sebenarnya dari peristiwa masa lampau itu. Lengkap atau tidaknya bangunan itu akan sangat tergantung pada lengkap atau tidaknya jejak yang ditinggalkan atau puing yang ditemukan. Sehubungan dengan hal itu, Gilbert J. Garraghan mengemukakan, bahwa sejarah mengandung tiga konsep yang berlainan, namun ketiganya saling berkaitan. Ketiga konsep itu adalah : (1). peristiwa masa lampau umat manusia yang benar-benar pernah terjadi, (2). rekaman mengenai peristiwa masa lampau, (3). proses atau teknik untuk membuat rekaman peristiwa masa lampau. Dengan kata lain, yang pertama sejarah sebagai peristiwa, yang kedua sejarah sebagai ceritera, sedangkan yang ketiga sebagai ilmu.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Masa lampau, Multidimensional, Metodologis
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:56
Last Modified: 15 Apr 2013 09:57
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/451

Actions (login required)

View Item View Item