KEHIDUPAN KEAGAMAAN DI KERATON YOGYAKARTA PADA MASA HB IX

MUHAMMAD WAHIB - NIM. 93121311, (2010) KEHIDUPAN KEAGAMAAN DI KERATON YOGYAKARTA PADA MASA HB IX. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text
BAB II, III, IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (470kB)

Abstract

ABSTRAK Keraton Yogyakarta merupakan suatu tempat yang mempunyai makna filsafat, religius dan budaya. Kasultanan ogyakarta merupakan kelanjutan dari Dinasti Mataram Islam setelah adanya Perjanjian Giyanti pada 1775. Setelah perjuangan gigih Kanjeng Pangeran Haryo Mangkubumi selama hampir delapan tahun yang terutama ditujukan kepada Pemerintahan Kompeni Belanda. Sebulan setelah Perjanjian Giyanti ditandatangani, maka diresmikanlah berdirinya Kasultanan Yogyakarta dan selama satu tahun maka pembangunan Keraton dapat selesai pada tahun 1756 Masehi. Kasultanan Yogyakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa dan keraton adalah type idealnya yang kebanyakan pemeluk agama slam Jawa yang bersifat kejawen dan sinkritis. Hal ini tidak bisa dihilangkan karena sudah mengakar dan menyatu dengan unsur kebudayaan lama di Nusantara, seperti religi, bahasa, kesenian dan adat istiadat. Sebagai sebuah kerajaan pada umumnya berbagai upacara tradisional selalu diselenggarakan sehingga dapat disaksikan wujud dari gagasan-gagasan serta alam pikiran religius leluhur. Berbagai ungkapan simbolis banyak mengandung nilai-nilai sosial budaya yang sudah terbukti sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan, keselarasan kehidupan masyarakat dari masa kemasa, yang erat kaitannya dengan sejarah perkembangan kehidupan beragama di tanah air dan erat pula dengan sejarah kerajaan-kerajaan Islam Jawa. Pada masa Sri Sultan HB IX keratom mempelopori berbagai perubahan baik mengenai organisasi Pemerintahan maupun dalam perampingan penyelenggaraan berbagai upacara tradisional. Perubahan itu dilakukan oleh Dorodjatun (HB IX) jauh sebelum Kemerdekaan RI. Ketika naik tahta pada tahun 1940 sudah banyak perubahan yang dilakukannya, setelah Kemerdekaan Indonesia maka Kasultanan Yogyakarta menyatakan bergabung dengan pemerintah RI. Walaupun demikian keraton masih mempunyai legitimasi kekuasaan. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. H. Mundzirin Yusuf
Uncontrolled Keywords: sejarah, Dinasti Mataram Islam, Kasultanan Yogyakarta
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 25 Jul 2013 08:37
Last Modified: 21 Dec 2016 07:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4534

Actions (login required)

View Item View Item