SUBYEK INDEKS

ALEF THERIA WASIM, (2008) SUBYEK INDEKS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 58 Th. 1995/.

Full text not available from this repository.

Abstract

bAlef Theria Wasim,Etika Penelitian (Suatu langkah Awal Mencari dari Sudut Pandang Keislaman) Sekretariat IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 10 April 1992 Dasar Penelitian adalah mencari kebenaran. Kata kebenaran itu sendiri mempunyai dua pengertian yaitu kebenaran mutlak (yang sering disebut kebenaran idoktrinei, kebenaran iteoogis/i, dan kebenaran iqatiy/i) dan kebenaran iSunnatuI-Lah/i. Dari dua pengertian ini masih dapat dibedakan lagi pada sifat keduanya. Mencari kebenaran mutlak lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya ighaib/i dan mencari kebenaran Sunnatu I-Lah lebih berhubungan dengan masalah yang sifatnya ishahadah/i, fenomenal. Dari literatur klasik--dilihat dari dimensi manusia--ada dua ilmu yaitu iilm al-ghayb/i dan iilm al-shahadah/i. Corak keduanya juga berbeda. Ilm al-ghayb mempunyai corak wahyuwi (corak revelatif) dan ilm al-shahadah mempunyai corak selain alam (natur) juga sosial/humaniora (sering disebut sebagai ilmu sosial dan budaya). Dari segi iEtika/i, si peneliti terhadap ilm al-shahadah yang mempunyai corak alam (natur) dituntut oleh suatu kemampuan untuk mengerti bahwa ukuran kebenaran itu terletak bukan pada kebenaran itu sendiri melainkan pada bagaimana manusia memandang dan memahami realitas yang ada. Artinya, Sunnatu I-Lah akan berjalan sesuai dengan hukum-hukumnya dan kodratnya. Hal ini tergantung pada manusia dalam memberikan formulasi terhadap sunnatu I-Lah itu. Dan manusia itu sendiri, tidak terlepas dari dua kemungkinan pilihan yang mengesankan adanya sifat subyektif manusia, yaitu kemungkinan pilihan manfaat dan madarat. Sebagai catatan, sebelum peneliti memulai langkah awal mengembangkan gagasan untuk melakukan penelitian dengan membuat rancangan penelitian, ia harus sudah menguasai materi yang akan diteliti. Tanggung jawab materi penelitian akan selalu diamati baik oleh ahli dalam bidang materi tersebut, maupun oleh ahli dalam bidang metodologinya. Karena itu si peneliti (yang muslim) harus menguasai ilmu atau materi penelitian yang diarahkan pada peningkatan yang lebih baik, terutama harkat dan martabat kemanusiaan dalam subyek-subyek penelitian, dan siapapun dan fihak manapun yang dapat mengambil manfaat hasil penelitian. Juga, setiap penelitian harus selalu berusaha memberikan hasil yang dapat dipergunakan untuk peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Subyek, Indeks
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/454

Actions (login required)

View Item View Item