TINJAUAN FILOSOFIS MASLAHAT SEBAGAI METODE PENALARAN DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM MENURUT ASY-SYATIBI

MUKHSIN ACHMAD - NIM. 96352593 , (2010) TINJAUAN FILOSOFIS MASLAHAT SEBAGAI METODE PENALARAN DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM MENURUT ASY-SYATIBI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN FILOSOFIS MASLAHAT SEBAGAI METODE PENALARAN DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM MENURUT ASY-SYATIBI )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (460kB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN FILOSOFIS MASLAHAT SEBAGAI METODE PENALARAN DALAM PENETAPAN HUKUM ISLAM MENURUT ASY-SYATIBI )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (789kB)

Abstract

Sebagaimana diakui asy-Syatibi nalar dalam menentukan maslahat memang menjadi suatu hal yang debatable. Asy-Syatibi juga menyinggung pendapat-pendapat aliran Mu'tazilah yang lebih mengedepankan rasio. Kenyataan ini yang menyebabkan asy-Syatibi terkesan Mu'tazili disatu sisi, namun disisi yang lain argumentasi kalangan asy'ariyah begitu menonjol sehingga terkesan asy'ari. Dalam posisi inilah penelitian dilakukan untuk mengetahui konstelasi pemikiran asy-Syatibi. Jenis penelitian yang penyusun gunakan adalah penelitian kepustakaan, dan penelitian bersifat deskriptif-analitis. Teknik yang dipergunakan adalah pengumpulan data literer, yaitu penggalian bahan-bahan pustaka yang searah dengan obyek kajian yang dimaksud. Analisa datanya dengan deduksi dan induksi; deduksi yaitu metode penalaran yang berpangkal dari konsep umum asy-Syatibi tentang maslahat sebagai metode penalaran, kemudian diformulasikan dalam kesimpulan yang bersifat khusus. Induksi, yaitu metode penalaran yang berpangkal dari jabaran yang sifatnya parsial mengenai maslahat sebagai suatu metode penalaran, kemudian diformulasikan dalam kesimpulan yang bersifat umum. Maslahat sebagai global issues pemikiran hukum Islam asy-Syatibi, secara terminologis adalah kembali kepada tegaknya kehidupan manusia, pemenuhan hidupnya dan perolehan hal-hal yang dituntut oleh kualitas emosional dan intelektual dalam pengertian mutlak. Pemikiran maslahat asy-Syatibi lebih elaboratif, disebabkan karena posisinya lebih moderat. Sifat itulah yang mengesankan bahwa as-Syatibi terkesan asy'ari ataupun sebaliknya yaitu mu'tazili dalam mazhab teologis. Landasan epistemic penyangga konsep maslahat asy-Syatibi adalah epistimologi bayani-burhani, ini merupakan terobosan baru bagi bentuk perkawinan epistimologi dengan cara sublimasi antara keduanya tanpa kehilangan jati diri. Upaya reasoning dengan model wahyu-akal/realitas selayaknya bersimbiosis mutualisme dengan upaya reasoning model akal/realitas-wahyu sebagaimana ditawarkan asy-Syatibi. Dengan kedua kutub epistimologi inilah asy-Syatibi ingin menangkap sinyal ketuhanan (ruh ilahiyah) atau maqasid asy-syari'ah. Secara operasional aplikatif konsep maslahat telah memegang kendali garda depan lokomotif perubahan di bidang hukum Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. H. Dahwan 2. Agus Moh. Najib, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: maslahat, metode penalaran, asy-Syatibi
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Jan 2013 08:30
Last Modified: 11 Apr 2016 07:02
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4573

Actions (login required)

View Item View Item