PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA AURGADING KEC. BATIN XXIV KAB. BATANG HARI PROP. JAMBI

MUHAMMAD GUNTUR - NIM. 95352398, (2010) PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA AURGADING KEC. BATIN XXIV KAB. BATANG HARI PROP. JAMBI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA AURGADING KEC. BATIN XXIV KAB. BATANG HARI PROP. JAMBI )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (639kB) | Preview
[img] Text (PROBLEMATIKA PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA AURGADING KEC. BATIN XXIV KAB. BATANG HARI PROP. JAMBI )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (536kB)

Abstract

Sebagaimana diketahui, bahwa dalam Islam tidak dikenal system hibah yang mengandaikan hibah hanya dialokasikan untuk anggota keluarganya sendiri secara khusus dan terbatas. Justru sebaliknya, system hibah dalam hokum adapt di desa Pringgabaya mengenal model penghibahan semacam itu, bahkan mengkhususkannya secara mutlak. Meskipun masyarakat di sana tidak pernah menganggap harta hobah sebagai harta warisan secara eksplisit, terang-terangan --bagi mereka antara harta hibah dan warisan adalah dua konsep yang berbeda amp;#8212;namun justru dari praktek-prakteknya di lapangan hibah acapkali dimaksudkan secara tersirat sebagai harta warisan . Sementara Islam mengajarkan prinsip keadilan dalam hibah, dan melarang untuk pilih kasih karena bila tidak adil dikhawatirkan muncul perselisihan diantara anak-anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), sifat penelitiannya adalah deskriptif-analitis, untuk teknik sampling yang digunakan adalah non random. Dalam mengumpulkan data menggunakan perangkat: data literer, dan data empiric, dan dari data yang terkumpul baik yang bersifat kuntitatif maupun kualitatif dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode berfikir induktif dan komparatif. Secara mendasar antara system hibah masyarakat Pringgabaya dengan Islam tidak jauh berbeda. Kedua system hibah ini sama-sama melihat hibah sebagai sebuah system pemberian, bukan hak kewarisan, hibah dipandang sebagai wujud kasih sayang serta dalam rangka taqarrub ilallah, hibah juga dilihat sebagai wujud kepedulian social, proporsinya juga tidak dibatasi, tergantung kemauan si penghibah dan harus diberikan semasa penghibah masih hidup. Kalaupun ada perbedaan, tidak menyangkut hal-hal yang substansial, melainkan pada persoalan teknis. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. H. Barmawi Mukri, SH., MA. 2. Drs. Supriatna
Uncontrolled Keywords: harta warisan, sistem hibah, hukum Islam, hukum adat
Subjects: Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2013 11:25
Last Modified: 11 Apr 2016 06:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4595

Actions (login required)

View Item View Item