KONSEPSI GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM

SUGENG SUGIYONO , (2008) KONSEPSI GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 58 Th. 1995/.

[img]
Preview
Text
02. Sugeng Sugiyono - KONSEPSI GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bRasionalitas Gender Manusia semenjak lahir telah membawa identitas diri, dimana identitas ini dikenal melalui proses belajar manusia untuk membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, baik dari aspek biologis maupun kaitannya dengan fungsi dasr dan kesesuaian pekerjaannya. Dari proses belajar ini muncul kemudian teori gender yang kemudian dijadikan landasan berpikir dan falsafah yang hidup dan selanjutnya menjelma menjadi sebuah ideologi. Ideologi gender merupakan dasar pemikiran yang membedakan dua jenis manusia berdasarkan kelayakannya. Gender juga merupakan sebuah konsep yang sekaligus sebagai interpretasi budaya dalam memberikan arti seseorang lahir sebagai laki-laki dan seseorang lahir sebagai perempuan, serta adanya aturan-aturan yang mengatur hubungan antara keduanya. Selain itu, gender juga dapat dipahami sebagai suatu konstruksi sosial yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan yang terbentuk melalui proses sosialisasi dan diberi sangsi oleh masyarakat yang bersangkutan. Konstruksi sosial ini mengalokasikan peranan, hak dan kewajiban serta tanggung jawab baik laki-laki maupin perempuan, karena gender merupakan konstruksi sosial, maka sifatnya bervariasi dari satu kultur ke kultur lainnya. Akses negatif dalam ideologi gender, yaitu bahwa manusia menjadi terkotak-kotak, menjadi sebuah fenomena dikotomis yang membentuk pola pikir yang senantiasa terkunci oleh ideologi yang membedakan laki-laki dan perempuan dalam karakteristiknya masing-masing dan terkesan tidak manusiawi. Pandangan ini juga melahirkan stereotipe gender, misalnya karakteristik, aktivitas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas dan karakteristik laki-laki dan perempuan. seringkali interpretasi budaya ini lebih mewakili yang normatif dan ideal daripada kenyataan. Karena gender merupakan konsep dan interpretasi budaya, maka manifestasinya juga bermacam-macam tergantung pada budaya, waktu, kelompok sosial ekonomi, pedesaan-perkotaan dan lainnya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Konsepsi, Gender, Perspektif, Islam
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:52
Last Modified: 24 May 2013 14:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/465

Actions (login required)

View Item View Item