ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

EMIL SALIM , (2008) ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 24 Th. 1980/.

[img]
Preview
Text
01. EMIL SALIM - ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Manusia merupakan bagian dari segala hal yang ada dalam lingkungan hidup. Antara manusia dengan segala zat, unsur dan keadaan yang ada dalam lingkungan hidup terdapat hubungan timbal-balik sehingga membentuk suatu ekosistem. Hubungan timbal-balik antara manusia dan berbagai hal dalam ekosistem ini berada dalam suatu keseimbangan. Tetapi keadaan di didalam lingkungan senantiasa tumbuh mengganggu keseimbangan. Tetapi ekosistem ini mempunyai kemampuan untuk menemukan keseimbangannya kembali. Semula lingkungan hidup hanya mencakup lingkungan yang sudah ada secara ilmiah. Tetapi lambat-laun manusia memiliki kemampuan merubah keadaan lingkungan. Kota dibangun, sungai dibendung, hewan dijinak dan diternakkan, cara-cara pertanian memakai bahan kimia, dan lain-lain hal yang menimbulkan lingkungan hidup baru buatan manusia. Sementara itu manusia meningkat bertambah banyak. Hidup manusia semakin padat dalam ruang alam yang semakin sempit. Timbullah hubungan timbal-balik antara manusia dengan manusia yang lebih sering. Dan lahir pula masalah lingkungan hidup sosial yang tadinya belum dikenal. Kemampuan manusia merubah alam dan membuat hal-hal yang baru turut mempengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Apabila lingkungan hidup terganggu kesimbangannya maka timbul reaksi dan bangkitlah kekuatan-kekuatan balasan balik dari alam maupun dari manusia yang bisa melahirkan bencana. Tanah yang semulanya subur jika dikuras tanaman tiap-tiap taun tak henti-henti, lambat laun menjadi kurus dan tandus sehingga tidak bisa ditanam lagi. Keseimbangan alamiah dari tanah terganggu oleh tangan manusia yang menggarapnya secara berlebihan, sehingga terputus kemampuan tanah untuk berfungsi baik. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Islam, Lingkungan Hidup
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 05 Apr 2013 10:50
Last Modified: 05 Apr 2013 10:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/468

Actions (login required)

View Item View Item