SALAT DALAM ISLAM KEJAWEN (Telaah Terhadap Beberapa Naskah Suluk Jawa)

NANIK ERWANDARI NIM. 96522136 , (2010) SALAT DALAM ISLAM KEJAWEN (Telaah Terhadap Beberapa Naskah Suluk Jawa). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (SALAT DALAM ISLAM KEJAWEN (Telaah Terhadap Beberapa Naskah Suluk Jawa) )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (397kB) | Preview
[img] Text (SALAT DALAM ISLAM KEJAWEN (Telaah Terhadap Beberapa Naskah Suluk Jawa) )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (763kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)

Abstract

Menurut pandangan masyarakat Jawa yang tersermin dalam karya sastra Suluk, salat dipandang sebagai rukun agama yang sangat penting dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam ajaran Islam. Oleh karena itu salat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam kekhusukan dalam rangka mencapai cita-cita mistiknya yang tertinggi yaitu manunggaling kawulu Gusti. Untuk menjadi manusia yang sejati haruslah melakukan salat secara sempurna, salat harus diupayakan sebagai salat tunggal untuk mencapai roroning atunggal dua menjadi satu atau salat jati untuk mendapatkan ngelmu sejati. Salat tunggal atau salat jati inilah inti tatanan salat dalam sastra Suluk Jawa sehingga mampu mencapai makrifat. Dalam ajaran Islam Kejawen tentang salat tersebut terdapat beberapa ajaran yang bukan murni berasal dari Islam dan cenderung dipengaruhi oleh ajaran lain, terutama Hindu dan Budha. Penyebutan nama Tuhan mesalnya Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Sukma,Pangeran dan lain sebagainya, kelihatan lebih mirip dengan penyebutan dalam Hindu Jawa. Konsep pantheisme dalam ajaran ini terlihat dalam konsep manunggaling kawula Gusti dan dalam salat ismu alam, dimana ajaran pantheisme ini di duga berasal dari India yang beragama Hindu. Sementara ajaran yoga atau semadi juga terlihat dalam ajaran salat ini, terutama pada tatarn tertinggi dalam salat yaitu hakekat dan makrifat. Penelitian ini tidak sampai kepada penilaian benar dan salah, karena persoalan tersebut akan menimbulkan persepsi dan penilaian yang berbeda-beda dari masing-masing individu, tergantung dari kacamata atau sisi yang mana menilainya, karena penelitian ini hanya bermaksud untuk memaparkan ajaran salat sesuai dengan yang terdapat dalam tiga naskah Suluk, yaitu Suluk Kuthagedhe, Kempalan Serat Piwulang dan Suluk Rasa sejati, seta unsure-unsur sinkretisme dalam ajaran salat tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Moh. Damami, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Islam Kejawen , Naskah Suluk Jawa
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 28 Feb 2013 09:45
Last Modified: 28 Feb 2013 09:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4694

Actions (login required)

View Item View Item