KHaLIFAH DAN LINGKUNGAN ALAM

EMIL SALIM, (2008) KHaLIFAH DAN LINGKUNGAN ALAM. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 24 Th. 1980/.

[img]
Preview
Text
02. EMIL SALIM - KHALIFAH DAN LINGKUNGAN ALAM.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Demikian al-Quran Surah 6, al-Anam, ayat 165 membuka kesempatan kepada manusia untuk menjadi khalifah di bumi dengan memberinya kemampuan yang berlebih dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain di bumi. Salah satu kelebihan manusia adalah akal yang diberi Tuhan. Dan bergantung pada manusia untuk pandai menggunakan akal pikirannya dan menanggapi lingkungan hidup sebagaimana diungkapkan dalam al-Quran Surah 2, al-Baqarah, ayat 164 bahwa sesungghunya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Maka lahirlah pertama kalinya suatu bentuk produksi yang merupakan pertautan antara tenaga manusia dengan sumber alam di lingkungannya. Alam pemberian Tuhan mulai diolah manusia dengan tenaga otot yang ada padanya, sehingga muncullah kegiatan pertanian. Dalam pola kehidupan pertanian ini manusia mengikuti alam. Akal pikiran manusia mengikuti irama kehidupan alam sekitar. Iklim dan musim menentukan apabila manusia dapat menanam, mengail ikan atau berburu. Dan akal manusia tumbuh berusaha memahami alam, menemukan keteraturan kejadian dalam alam, mencari hubungan kait-mengkait dan sebab akibat antara gejala alam satu dengan gejala alam lain. Secara berangsur dengan akal pikiran manusia berhasil menggali hukum alam yang mencerminkan tada-tanda keesaan dan kebesaran Allah SWT. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Khalifah, Lingkungan Alam
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Apr 2013 10:57
Last Modified: 08 Apr 2013 10:58
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/470

Actions (login required)

View Item View Item