PEMAHAMAN KEMBALI TENTANG ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

EMIL SALIM , (2008) PEMAHAMAN KEMBALI TENTANG ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 24 Th. 1980/.

[img]
Preview
Text
03. EMIL SALIM - PEMAHAMAN KEMBALI TENTANG ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Ilmu yang mengahasilkan teknologi, dapat membantu manusia untuk hidup lebih senanga di dunia ini. Tetapi ilmu dan teknologi itu hanyalah alat yang berada di tangan manusia. Ilmu dan teknologi dapat dipergunakan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, tetapi sebaliknya dapat pula dipergunakan oleh manusia untuk membencanakan sesama manusia. Juga ilmu dapat dipergunakan untuk menunjang kemajuan hidup beragama, tetapi ilmu dapat pula diperalat untuk menyerang agama dan merusak kehidupan beragama. Karena itu yang penting ialah adanya keserasian antara ilmu iman, dan keserasian antara kepercayaan terhadap ke maha Kekuasaan Allah dan ikhtiar manusia. Antara iman dan ilmu jangan dipertentangkan, antara ke maha Kekuasan Allah dan ikhtiar manusia jangan dipertentangkan. Keduanya harus diserasikan. Ekologi dewasa ini telah menjadi suatu cabang ilmu. Mereka yang beriman perlu memanfaatkan ekologi itu, dan sebaliknya para ahli ekologi perlu memperoleh motivasi dari agama. Dengan cara yang demikian, agama akan selalu memberikan tuntutan akhlak terhadap pembangunan ekologi, sehingga tidak ketingglan zaman. Sebaliknya pembangunan ekologi jangan sampai terjerumus ke dalam nafsu manusia yang tidak akan kunjung memperoleh kepuasan, tetapi malahan diberikan motivasi yang bersumber dari agama, sehingga kerja ddan kegiatan membangun ekologi disertai dengan kepuasan bathiniyah sebagai ibadah terhadap Allah SWT. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Islam, Lingkungan Hidup, Ekologi
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Apr 2013 10:59
Last Modified: 08 Apr 2013 10:59
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/471

Actions (login required)

View Item View Item