ISLAM DAN TANTANGAN ABAD BARU

EMIL SALIM , (2008) ISLAM DAN TANTANGAN ABAD BARU. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 24 Th. 1980/.

[img]
Preview
Text
04. EMIL SALIM - ISLAM DAN TANTANGAN ABAD BARU.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Lahirnya abad baru ke-XV Hijriyah merangasang banyak orang merenungkan perkembangan abad lalu untuk bahan pertimbangan menghadapi abad baru. Banyak kejadian telah mengisi abad ke-XV Hijriyah, Perang Dunia telah pecah dua kali melibatkan hampir semua negara-negara di dunia. Sungguhpun perdamaian dunia secara formal berlaku sekarang namun dibanyak negara masih terdapat sengketa bersenjata yang menelan banyak korban jiwa. Teknologi dan ekonomi menyebabkan negara maju pesat, tetapi kemiskinan dan kekurangan pangan masih diderita banyak negara-negara berkembang. Sehingga pemerataan pembangunan dan keadilan sosial semakin kuat didambakan oleh semakin banyak orang. Banyak manusia di dunia ini memasuki abad baru ini dengan perasaan yang bercampur-campur. Rasa puas bercampur dengan rasa cemas. Puas karena ada kemajuan dicapai, cemas karena kemajuan ini telah membawa masalah-masalah baru yang penyelesaiannya belum diketahui. Bertolak dari perkembangan selama ini, Ronald Higgins menyimpulkan tujuh ancaman yang menghadang manusia diseluruh dunia di masa yang akan datang. Pertama, ledakan penduduk yang tetap mengancam bumi ini. Dalam waktu kurang dari empat puluh tahun kedepan nanti, bumi kita harus mampu menampung kenaikan jumlah penduduk dari 4 milyar menjadi 8 milyar jiwa dalam ruang lingkup yang tidak berubah banyak; Kedua, kelaparan dan kekurangan gizi mengancam jutaan penduduk negara-negara berkembang dan belum ada pertanda bahwa krisis ini dapat diatasi di masa mendatang; Ketiga, semakin langkanya sumber alam yang berhadapan dengan kebutuhan yang semakin meningkat, seperti minyak bumi, mineral, kayu, dan lain-lain; Keempat, menurunnya kualitas lingkungan hidup sehingga semakin sulit menopang kehidupan manusia; Kelima, ancaman nuklir yang berkembang tanpa kendali; Keenam, pertumbuhan ilmu dan teknologi yang pesat diluar kendali manusia. Bahkan sebaliknya manusia cenderung dikendalikan ilmu dan teknologi; Dan ketujuh, runtuhnya (disintegrasi) moral manusia dengan kadar kesadaran (consciousness) yang rendah, tanpa melibatkan diri memecahkan tantangan permasalahan ini secara sungguh-sungguh dan tanpa dorongan semangat urgensi yang mendesak.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Islam, Tantangan, Abad
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Apr 2013 11:00
Last Modified: 08 Apr 2013 11:00
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/473

Actions (login required)

View Item View Item