KRITIK SANAD HADIS

MARAGUSTAM SIREGAR, (2008) KRITIK SANAD HADIS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 56 Th. 1994/.

[img]
Preview
Text
06. Maragustam Siregar - KRITIK SANAD HADIS 'QIYAM AL-LAIL NABI PADA BULAN RAMADHAN'.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bI. PENDAHULUAN Suatu keharusan bahwa hadis Nabi bagi umat Islam merupakan pedoman pertama setelah al-Quran. Sunnah haruslah dijadikan sebagai tuntunan hidup dalam bersikap dan berperilaku baik sebagai pribadi, sebagai anggota masyarakat, sebagai bagian dari kosmos, maupun sebagai abdi Allah secara terus menerus. Hubungannya dengan manusia sebagai abdi Allah antara lain, diimplikasikan dalam mendirikan iqiyam al-lail/i di bulan Ramadan, seperti halnya selalu dilakukan oleh Nabi. Maka sunnah Nabi merupakan pedoman dalam melakukan iqiyam al-lail/i. Namun umat Islam dalam menafsirkan dan menangkap tentang bagaimana pelaksanaannya apakah sebelas rakaat, tiga belas, dua puluh tiga, ataukah tiga puluh enam rakaat; Apakah empat rakaat sekali salam ataukah dua rakaat sekali salam sering menjadi persoalan yang tidak pernah selesai. Memang perbedaan pendapat akan mengalir terus sampai akhir zaman. Hal itu menunjukkan suatu dinamika dan perlu disadari eksistensinya selama suatu pendapat berdasar pada logika yang benar dan menjiwai ruh Islam. Agar lebih mendalam dan tidak terlalu luas dalam pembahasan, dalam tulisan ini dibatasi pada itakhrij/i hadis dalam bidang kritik nilai kesahihan hadis (sanad hadis) tentang iqiyam al-lail/i pada bulan Ramadan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi nilai imaqbul/i atau tidaknya suatu hadis dijadikan materi penelitian dan pada tahap berikutnya dapat atau tidaknya dijadikan hujjah dalam penetapan hukum.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kritik, Sanad, Hadis, Qiyam al-lail, Nabi, Ramadan
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:24
Last Modified: 15 Apr 2013 10:25
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/478

Actions (login required)

View Item View Item