ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA MENURUT MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA

MUSONIF - NIM.97522397, (2010) ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA MENURUT MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA MENURUT MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (371kB) | Preview
[img] Text (ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA MENURUT MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (499kB)

Abstract

Sejarah konstitusi Indonesia menunjukkan bahwa telah terjadi polarisasi ideologispolitis dalam masyarakat Indonesia. Polarisasi ini membawa pada situasi di mana perdebatan-perdebatan mengenai konstitusi berjalan alot dan memakan waktu yang cukup lama. Perbedaan yang signifikan dalam masalah konstitusi adalah mengenai konsep dasar dan bentuk Negara.Kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai kepentingan yang berbeda saling mempertahankan pendapatnya masing-masing dan tidak menemukan jalan kompromi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ideology bangsa sebagai sebuah konsensus masih terbuka untuk diperdebatkan.Peluang perdebatan ideology Negara sempat tertutup ketika rezim Orde Baru berkuasa di Indonesia. Hal ini terjadi karena politisasi masyarakat Indonesia dalam penyeragaman ideology dan politik dalam satu asas tunggal yaitu Pancasila.Elemen-elemen masyarakat yang mencoba mengkritisi atau cenderung melakukan gerakan penolakan terhadap proses politisasi ini dimarginalisasikan dan bahkan diberangus eksistensinya.Termasuk dalam kelompok ini adalah kelompok-kelompok Islam Militan yang secara umum memperjuangkan dua hal, yaitu struktur sosial dan struktur politik. Implikasi politisnya kelompok-kelompok ini mengalami tekanan dan hambatan dari kekuasaan yang lebih sering menggunakan alat Negara yaitu tentara secara represif.Pada era reformasi, ketika kebekuan demokrasi kembali cair, kelompok-kelompok masyarakat yang sempat tertekan pada masa Orde Baru mulai menampakan diri. Bukti yang sangat jelas adalah munculnya organisasi-organisasi yang berbasiskan pada nilai-nilai Islam,walaupun dalam realitasnya juga terdapat banyak variannya. Kemunculan organisasi ini lebih dilatar belakangi oleh konteks social-politik bangsa Indonesia. Dunia konteks tersebut diyakini sebagai realitas yang dihadapi bangsa Indonesia dalam krisis, oleh karena itu penanganan krisis yang dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi social-politik dalam system yang baru. Majelis Mujahidin merupakan salah satu organisasi yang berbasiskan Islam yang memperjuangkan perubahan system social-politik secara mendasar. Tuntutan penegakan syari'at Islam dimaknai sebagai upaya bangsa Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan akibat krisis multidimensi yang berkepanjangan. Hal ini berangkat dari keyakinan bahwa krisis dan segala bentuk tragedy yang dialami bangsa Indonesia disebabkan karena ketidak adanya kedaulatan Allah, dan dilanggarnya hukum-hukum Allah yang kebenarannya mutlak. Untuk kepentingan ini Majelis Mujahidin mengajak segenap kekuatan Islam beraliansi untuk mnegakkan Syariat Islam dan kedaulatan Allah dengan jalan berjihad. Dalam konteks perjuangannya, Majelis Mujahidin menggunakan dua metode. Yaitu dakwah secara structural, yaitu dengan membangun aliansi dengan kekuatan-kekuatan politik, dan dakwah secara cultural, yaitu dengan melakukan pendekatan massa dan memberikan pemahaman yang luas tentang pentingnya penegakkan Syariat Islam di Indonesia. Basis massa inilah yang kemudian dijadikan sebagai bukti legimitasi perjuangan Majelis Mujahidin

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Dr. Siswanto Masruri, M.A 2. Drs. Rahmat Fajri
Uncontrolled Keywords: Majelis Mujahidin
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 14 Feb 2013 09:03
Last Modified: 03 Nov 2016 08:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4816

Actions (login required)

View Item View Item