MEMIKIRKAN MAKNA DOMPU DALAM RANGKA MENCARI IDENTITASNYA

ABDUL MALIK HASAN, (2008) MEMIKIRKAN MAKNA DOMPU DALAM RANGKA MENCARI IDENTITASNYA. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 33 Th. 1985/.

[img]
Preview
Text
01. ABDUL MALIK HASAN - MEMIKIRKAN MAKNA DOMPU DALAM RANGKA MENCARI IDENTITAS.pdf - Accepted Version

Download (22MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Dumpuna menurut Haji Muhammad Ali Kamaluddin merupakan asal-usul lahirnya nama Dompu sekarang. Tetapi manakala penulis memperhatikan buku-buku klasik, antara lain seperti Pararaton (Ken Arok) oleh D.J. Blandes, dan juga buku Negarakertagama dari Prapantja (1365 AD) oleh Prof. Dr. Kern dan Dr. N.J. Krom, di sana nama Dompu tidak ditulis seperti biasanya (tidak ditulis Dompu, melainkan Dompo). Sekali lagi Dompo bukan Dompu. Demikian pula umumnya dalam tulisan-tulisan sarjana barat yang lain. Meskipun demikian, barangkali bukan hal yang kebetulan manakala istilah tersebut (Dompo) dikaitkan secara geografis dengan letak Kabupaten Dompo sekarang, sehingga pulau itu menjadi dua bagian: timur dan barat, atas dan bawah (ese ro awa). Bima dan Sumbawa (dalam arti sempit). Atau dengan kata lain, dengan adanya Kabupaten Dompu, mengakibatkan pulau yag utuh itu seolah-olah menjadi / berbelah dua (Dompo dua). Tetapi apakah cukup diartikan secara negatif seperti itu? Apakah tidak ada pengertian lain yang lebih positif atau lebih luas? itulah permasalahan kini yang hendak kita cari! Kita cari pengertiannya yang lebih positif. Lebih luas, atau mungkin juga yang lebih filosofis. Disaat istilah Dompo dipikirkan secara demikian, maka lebih kurang akan berarti: menjembatani, mencari titik temu, atau titik persamaan dari dua hal atau yang lebih ekstrim. Dua hal yang ekstrim itu misalnya timur dan barat, atas dan bawah, pro dan kontra, dan yang lain sejenis itu. Manakala dua hal itu tidak dapat dicari titik temunya atau titik persamaannya, maka akan sangat sukar diatasi, apalagi masyarakat Indonesia tergolong masyarakat yang serba majemuk. Menurut hemat penulis, kemampuan untuk senantiasa menahan diri dan berupaya secara terus-menerus mencarikan titik temu dalam memecahkan berbagai masalah, itulah yang secara intrinsik terdapat dalam pengertian Dompo. Dan itulah yang sekaligus hendak kita jadikan bahan pertimbangan dalam rangka mencari identitas manusia (masyarakat) Dompu. Meskipun upaya mencari titik temu itu tidak semudah yang kita duga, bahkan tidak jarang justru menimbulkan krisis baru.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Makna, Dompu, Identitas, H. Muhammad Ali Kamaluddin
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2013 09:26
Last Modified: 10 Apr 2013 09:27
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/491

Actions (login required)

View Item View Item