KAJIAN TENTANG PENENTUAN AWAL BULAN QAMARIYAH MENURUT PERSIS

MUADZ JUNIZAR - NIM. 96352552, (2010) KAJIAN TENTANG PENENTUAN AWAL BULAN QAMARIYAH MENURUT PERSIS. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KAJIAN TENTANG PENENTUAN AWAL BULAN QAMARIYAH MENURUT PERSIS)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (608kB) | Preview
[img] Text (KAJIAN TENTANG PENENTUAN AWAL BULAN QAMARIYAH MENURUT PERSIS)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (519kB)

Abstract

PERSIS merupakan salah satu organisasi Islam tertua yang berdiri di Indonesia sejak tahun 1923 dan berpusat di Bandung, dalam penentuan awal bulan Qamariyah menggunakan kriteria imkan ar-ra'yah, yang berdasarkan perkiraan mungkin tidaknya hilal dirukyat. Dan merupakan salah satu dari sistem hisab selain kriteria wujud al-hilal, seperti yang dipergunakan oleh Muhammadiyah yaitu apabila bulan telah wujud di atas ufuk pada saat Maghrib sudah dianggap masuk bulan baru, sehingga penafsiran hasil hisabnya terkadang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dan bersifat diskriptif analitik. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Dan dalam pengumpulan data menggunaka metode wawancara (interview) dan metode dokumentasi. Analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deduktif dengan pendekatan deskriptif-normatif. Dalam penyusunan kalender Hijriyah, Persis menggunakan criteria imkan ar-rukyah yang dirintis mulai penyusunan kalender tahun 1422/1423 H. Dalil syar'i yang dipergunakan Persis dalam penentuan awal bulan Qomariyah adalah Hadis Nabi Muhammad saw. tentang pelaksanaan awal puasa karena melihat hilal (Ramadan) dan ber-Idul Fitri karena melihat hilal (bulan Syawal). Dengan mengartikanrukyat sebagai melihat hilal dengan mata kepala (bi al-fi'li) yang dipadukan dengan mata ilmu (bi al-ilmi) yaitu hisab. Keunggulan metode yang dipergunakan Persis (imkan ar-ru'yah) bahwa metode ini merupakan perpaduan antara hisab dan rukyat, yang keduanya saling melengkapi satu sama lainnya. Kelemahan dari system yang dipergunakan Persis adalah criteria imkan ar-ru'yah tersebut masih belum tetap dan masih perlu diuji kebenarannya, baik dengan system perhitungan (hisab), dari segi astronomi maupun observasi langsung di lapangan sebab criteria di atas belum dapat diterima secara astronomis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Oman Fathurohman SW., M.Ag. 2. Drs. Susiknan Azhari, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: awal bulan Qamariyah, PERSIS, Hisab, Rukyat
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 14 Feb 2013 09:18
Last Modified: 25 Apr 2016 01:52
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4924

Actions (login required)

View Item View Item