PANDANGAN ULAMA TENTANG PENGARUH AKAD UNTUK MENGADAKAN JUAL BELI DALAM MURABAHAH DAN APLIKASINYA PADA BANK-BANK ISLAM

IMAM IZHARYANTO - NIM. 97382993, (2010) PANDANGAN ULAMA TENTANG PENGARUH AKAD UNTUK MENGADAKAN JUAL BELI DALAM MURABAHAH DAN APLIKASINYA PADA BANK-BANK ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PANDANGAN ULAMA TENTANG PENGARUH AKAD UNTUK MENGADAKAN JUAL BELI DALAM MURABAHAH DAN APLIKASINYA PADA BANK-BANK ISLAM )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (467kB) | Preview
[img] Text (PANDANGAN ULAMA TENTANG PENGARUH AKAD UNTUK MENGADAKAN JUAL BELI DALAM MURABAHAH DAN APLIKASINYA PADA BANK-BANK ISLAM )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (655kB)

Abstract

Akad jual beli adalah mengikat dan dapat dipaksakan kepada para pihak untuk memenuhinya. Akad jual beli yang telahdisepakati menimbulkan pengaruh bagi kedua belah pihak. Namun untuk akad pertama (akad untuk mengadakan jual beli) terdapat perbedaan pendapat diantara ahli Hukum Islam (fuqaha) mengenai pengaruh yang ditimbulkan dari akad untuk mengadakan jual beli tersebut. Karena ahli-ahli Hukum Islam berbeda pendapat maka bank-bank Islam pun, khususnya Bank Islam Qatar dan Bank Islam faisal Sudan berbeda pendapat mengenai pengaruh yang ditimbulkan darinya, yaitu apakah akad untuk mengadakan jual beli itu mengikat dan dapat dipaksakan kepada para pihak atau tidak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dan tipe penelitiannya bersifat deskriptif-analitik, dengan menggunakan pendekatan normative. Dalam pengumpulan data menggunakan metode literer yang bersumber dari data primer dan sekunder. Dalam menganalisis data digunakan analisis kualitatif dengan menggunakan bentuk berfikir induktif dan deduktif. Akad atau perjanjian untuk mengadakan jual beli sebagai sebuah kesepakatan di antara dua belah pihak. Pertama, bagi ulama yang menganggap sahnyaperjanjian jual beli diperlukan syarat-syarat, diantaranya keberadaan barang saat akad dan barang tersebut dimiliki penjual (bank), maka perjanjian tersebut dihukumi fasid, karena pada waktu akad tersebut bank belum memiliki barang. Pandangan ini diwakili oleh asy-Syafi'i. Kedua, ulama yang menganggap bahwa akad untuk jual beli adalah sebuah akad baru dan belum ada namanya serta ketentuan hukumnya di dalam al-Qur'an dan Hadis serta berpendirian bahwa akad tersebut merupakan contoh dari adanya asas kebebasan berkontrak di dalam Islam, maka mereka menjadikan akad tersebut wajib untuk dipenuhi atas dasar dalil-dalil yang telah disebutkan sebelumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. H. Dahwan 2. Drs. Riyanta, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: akad, jual beli, murabahah, Bank Islam
Subjects: Keuangan Islam
Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 20 Feb 2013 11:04
Last Modified: 13 May 2016 08:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/4962

Actions (login required)

View Item View Item