REFLEKSI TEOLOGIS TERHADAP ETOS KERJA

MUZAIRI, (2008) REFLEKSI TEOLOGIS TERHADAP ETOS KERJA. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 57 th. 1994/.

[img]
Preview
Text
11. Muzairi - REFLEKSI TEOLOGIS TERHADAP ETOS KERJA.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bApa saja yang dikaji oleh pemikir-pemikir dan Ilmuwan sosial sangat menarik karena pilihan ini menunjukkan prioritas dari suatu masyarakat. Peranan yang dimainkan oleh teologi dalam suatu peningkatan etos kerja senetulnya merupakan kajian interdisipliner yang sangat menarik. apakah masyarakat melayani cita-cita suatu teologi atau teologi yang yang melayani cita-cita masyarakat. Ada berbagai macam sudut pandang suatu kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama, lembaga-lembaga sosial, filsafat, pendidikan religius, refleksi teologis, dan kehidupan komoditas. Hal-hal tersebut pasti mempengaruhi suatu etos kerja. Analisis akan lebih menarik lagi jika suatu masyarakat meliputi penganut dari agama yang berbeda-beda seperti di Indonesia. Untuk itu akan dicoba suatu tulisan yang berkenaan dengan refleksi teologis terhadap etos kerja. Pergeseran dalam hierarki nilai yang mendorong tidak saja penisbian beberapa nilai hidup tertentu, tetapi juga sebaliknya, pemutlakan beberapa nilai hidup lainnya, telah menjadisalah satu titik perhatian dalam setiap pembahasan tentang pembangunan modern atau modernisasi. Berkenaan dengan ini, pembicaraan tentu menyangkut agama disebabkan oleh fungsi agama sebagai sumber terpenting kesadaran makna (sense of meaning) bagi umat manusia. Dan agama itu sepanjang pengalaman bangsa-bangsa barat yang telah menjadi modern terlebih dahulu daripad bangsa-bangsa lain, suatu kenyataan dalam proses modernisasi yang sering dikemukakan orang dengan penuh rasa kecemasan dan kekhawatiran. Kenyataannya memang zaman modern menempatkan agama dalam ujian yang sangat berat, khususnya ujian epistemologis. Tetapi tidak berarti bahwa ujian serupa itu hanya terjadi di zaman mutakhir ini saja. Ujian yang sama, mungkin dalam bobot yang lebih ringan, telah dialami oleh setiap agama dalam suatu masa jika bukannya sepanjang masadari proses pertumbuhannya. Jika kita lihat bahwa agama adalah suatu sistem simbolik, maka selain bisa dipandang bahwa ia telah mengungkapkan suatu bentuk kesadaran modern tentang fungsi agama juga dapat dilihat dari berkenaan dengan cara pendekatan kepada ajaran agama, apakah ia harus diterima secara harfiah, ataukah harus dilakukan suatu penyeberangan (itibar) ke sebalik ungkapan-ungkapan linguistiknya, kemudian dilakukan penafsiran (alegoris).

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Refleksi, Teologis, Etos kerja
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:43
Last Modified: 15 Apr 2013 10:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/499

Actions (login required)

View Item View Item