RIDDAH DALAM ISLAM (STUDI PEMIKIRAN AN-NA'IM DAN KOMARUDDIN HIDAYAT)

IBI SATIBI - NIM. 97362910, (2010) RIDDAH DALAM ISLAM (STUDI PEMIKIRAN AN-NA'IM DAN KOMARUDDIN HIDAYAT). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (RIDDAH DALAM ISLAM (STUDI PEMIKIRAN AN-NA'IM DAN KOMARUDDIN HIDAYAT) )
BAB I, BAB VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (504Kb)
[img] Text
BAB II, BAB III, BAB IV, BAB V.pdf

Download (749Kb)

Abstract

Riddah dalam ranah Hukum Islam telah menjadi salah satu fenomena terutama dalam wacana pemiliran Hukum Islam. Dalam rentan sejarahnya baik Islam maupun Hukum Islam secara khusus telah melahirkan pemikiran agama yang disakralkan atau telah memasuki wilayah taqdis al-afkar al-diniyyah (pensakralan atau pensucian buah pikiran keagamaan). Akhirnya pemikiran tersebut menjadi taken for granted, tidak boleh disentuh, tidak boleh dikupas dan haram diyakini kebenarannya begitu saja adanya tanpa diperlukan kajian dan telaah terhadap latar belakang yang mendorong munculnya pemikiran keagamaan. Padahal pemikiran keagamaan yang ada selama ini-terutama Hukum Islam- bersifat histories, bukan keseluruhan Islam itu sendiri, melainkan hanya merupakan interpretasi terhadap nass yang terikat dengan konteks tertentu. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dan bersifat deskriptif-analitis. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini menggunakan sumber-sumber primer dan sumber sekunder. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah pemikiran tokoh dan post positivistic.Data-data yang diperoleh akan dianalisis melalui metode induktif, deduktif dan komparatif. Metode pemikiran yang ditawarkan Abdullahi Ahmed an-Na'im, berpijak pada teori evolusi yang lebih sepakat dengan penghapusan riddah dalam materi Hukum pidana Islam. Riddah menurutnya bertolak belakang dengan hak asasi yang dimiliki setiap manusia. Sedang Komaruddin Hidayat dengan memakai metode hermenuetik historisnya mensinyalir bahwa riddah menjadi bagian lain dari pemahaman terhadap al-Qur'an yang bersifat doctrinal. Komaruddin menekankan bahwa riddah tidak harus dipahami secara teologis, karena menurutnya bertentangan dengan prinsip kebebasan memilih agama sebagaimana yang ditegaskan oleh al-Qur'an.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Drs. Hamim Ilyas, MA. 2. Drs. Makhrus Munajad, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: riddah, Abdullahi Ahmed an-Naim, Komaruddin Hidayat
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Madzab
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 28 Feb 2013 09:40
Last Modified: 28 Feb 2013 09:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5018

Actions (login required)

View Item View Item