TATA NILAI DALAM EPISTEMOLOGI ISLAM

ACHMAD CHARRIS ZUBAIR, (2008) TATA NILAI DALAM EPISTEMOLOGI ISLAM. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 57 th. 1994/.

[img]
Preview
Text
09. Achmad Charris Zubair - TATA NILAI DALAM EPISTOMOLOGI ISLAM.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bManusia menurut dienul Islam adalah makhluk terbaik yang diciptakan Allah, memiliki kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk, sebagaimana firman Allah:Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al-Israa:70). serta memiliki bentuk yang sebaik-baiknya, Allah berfirman:Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tiin:4). Penciptaan manusia merupakan salah satu rahasia Allah, karena menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan dibanding makhluk lain. Dengan kewajiban dan hak yang berbeda dengan makhluk lainnya. Allah memberikan karunia akal dan pengetahuan yang merupakan kualitas keutamaan sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lain. Sehingga manusia memiliki hak untuk mendapatkan penghormatan dari makhluk lainnya. sesuai dengan martabatnya, manusia diberi tugas mulia sebagai ikhalifatullah fil ardhi/i, sebagaimana firmannya:Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakan kepada para malaikat lalu berfirman:Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!. Mereka menjawab: Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: Hai adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan ia adalah termasuk golongan orang-orang yang kafir. (Al Baqarah:30-34)

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Tata, Nilai, Epistemologi, Islam
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 10:41
Last Modified: 15 Apr 2013 10:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/502

Actions (login required)

View Item View Item