KOMUNIKASI POLITIK TENTANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM DAKWAH BAITUL MUSLIMIN DPC PDI-P GUNUNG KIDUL

LIDIASTUTI GULO - NIM. 04210058, (2010) KOMUNIKASI POLITIK TENTANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM DAKWAH BAITUL MUSLIMIN DPC PDI-P GUNUNG KIDUL. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KOMUNIKASI POLITIK TENTANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM DAKWAH BAITUL MUSLIMIN DPC PDI-P GUNUNG KIDUL )
BAB I,IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KOMUNIKASI POLITIK TENTANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM DAKWAH BAITUL MUSLIMIN DPC PDI-P GUNUNG KIDUL )
BAB II,III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (908kB)

Abstract

Komunikasi politik sebagaimana yang didefinisikan pencetusnya, Harold D. Lasswell (1902-1978) merupakan disiplin pengetahuan untuk mengetahui siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa dan dengan akibat apa. Dari pengertian padat dan sederhana ini, komunikasi politik kemudian berkembang sebagai sebuah pisau analisa untuk memecahkan masalah sosial yang berhubungan dengan kehidupan politik. Demikian halnya di Indonesia -sebagai sebuah Negara (nation) dan bangsa (state)- yang terdiri dari homogenitas masyarakatnya, komunikasi politik telah banyak digunakan sebagai basic theory penelitian sosial. Homogenitas masyarakat Indonesia pada akhirnya juga mempengaruhi kehidupan politik. Tercatat sejak Negara ini diproklamirkan, berdirilah partai politik (parpol) dengan memegang ideologi masing-masing. Di satu sisi, terdapat partai yang secara konsisiten mengusung ideologi nasionalisme, sementara tidak sedikit partai yang menggunakan agama sebagai azas dasarnya. Diakui atau tidak, kerangka ideologi tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap perolehan suara dalam kontestasi politik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan salah satu partai nasionalis yang lahir tahun 1999 sebagai parpol yang didedikasikan sebagai tempat kaum nasionalis. Pegangan kuat atas ideologi nasionalisme disatu sisi dapat menjadi nilai lebih partai, sementara disisi lain bisa menjadi boomerang ketika dikaitkan dengan tradisi politik Indonesia yang masih kuat dipengaruhi oleh fanatisme keagamaan. Tradisi politik tersebut ditambah lagi dengan realitas bahwa masyarakat Indonesia mayoritas berpenduduk Muslim. Menyadari fanatisme politik tersebut, PDI-P kemudian menggelar pertemuan akbar yang kemudian berhasil mendeklarasikan organissi kemasyarakatan Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2007. Kendati mendapat pertentangan dari sebagian kecil internal PDI-P, BAMUSI melaju mulus sebagai ormas yang konsisten mempublikasikan gagasan politik PDI-P utamanya yang berkaitan dengan nalar keagamaan, seperti halnya tentang kepemimpinan perempuan dalam Islam. BAMUSI Kabupaten Gunung Kidul sebagai organisasi di tingkat daerah, sangat berperan aktif dengan melakukan berbagai macam propaganda, pendidikan politik serta pelatihan pada garis kebijakan dari BAMUSI Pusat. Hal ini kemudian menarik minat penyusun untuk mengetahui lebih jauh mengenai aktifitas, media, saluran politik serta pengaruhnya bagi masyarakat Gunung Kidul. Pada penelitian ini penyusun menyederhanakan tema penelitian pada isu kepemimpinan perempuan, hal itu didasarkan pada fakta bahwa kepemimpinan perempuan masih menjadi isu yang kontroversial. Selain alasan tersebut, dalam tradisi masyarakat Jawa yang mana laki-laki lebih dominan, tentu sangat menarik untuk mengkaji lebih dalam aktifitas BAMUSI Gunung Kidul yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terutama tentang propaganda kepemimpinan perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Hamdan Daulay, M.Si. 2. Andayani, SIP., MSW.
Uncontrolled Keywords: komunikasi politik, kepemimpinan perempuan
Subjects: Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Feb 2013 18:24
Last Modified: 16 Oct 2015 10:18
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5092

Actions (login required)

View Item View Item