GERAKAN PENEGAKAN SYARI'AT ISLAM (Studi Tentang Gerakan Sosial Hizbut Tahrir Indonresia di DIY)

IBNO - NIM. 04541651 , (2010) GERAKAN PENEGAKAN SYARI'AT ISLAM (Studi Tentang Gerakan Sosial Hizbut Tahrir Indonresia di DIY). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam mewujudkan syariat Islam. Gerakan penegakan syariat Islam di Indonesia muncul kembali bak jamur di musim hujan setelah sekian lama tiarap akibat represivitas rezim ORBA. Di antara berbagai gerakan tersebut, HTI merupakan salah satu aktor gerakan penegak syariat yang paling solid, rapi, dan memiliki jaringan internasional. Bahkan di antara yang lainnya, HTI juga yang paling radikal, dalam arti, tidak hanya berjuang menegakkan syariat Islam tapi lebih dari itu juga mendirikan khilafah Islam karena menurut HTI, syariat Islam kaffah (total) tidak bisa diterapkan kecuali dalam kerangka negara khilafah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis secara etnografis. Etnografi di sini dimaksudkan untuk memperoleh data yang kaya dan lengkap secara langsung dari partisipan atau informan dalam dunia sosial yang diteliti. Teknik penggalian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun lokasi penelitian adalah DIY, yaitu gerakan HTI di DIY karena 2 alasan; 1) posisi DIY sebagai kota pelajar yang memiliki ribuan mahasiswa dan HTI tumbuh subur di kalangan ini, 2) penulis saat ini sedang tinggal di Yogyakarta. Sebagai sebuah gerakan yang bertujuan mewujudkan tegaknya syariat Islam dalam sistem negara khilafah, aktivitas HTI bisa dianalisis dengan menggunakan teori gerakan sosial yang dikembangkan oleh Dough McAdam dkk. yakni: pertama, memanfaatkan peluang politik, yaitu peluang reformasi untuk mengakhiri gerakan bawah tanah menjadi gerakan legal sehingga dapat bergerak dengan leluasa. Kedua, memobilisasi struktur, yang terdiri dari mobilisasi internal dengan melakukan pengkaderan secara intensif dan mobilisasi eksternal dengan melakukan penyadaran tentang wajib dan mendesaknya penegakan syariat Islam dan khilafah kepada semua elemen di luar HTI. Ketiga, penyusunan proses gerakan, yakni dengan cara melakukan pergolakan pemikiran dengan menentang segala pemikiran dan sistem dari Barat. Dengan demikian, HT adalah gerakan sosial politik keagamaan bersifat revolusioner yang merupakan sintesis dari gerakan redemptif, alternatif, dan reformatif. HTI berupaya melakukan penyelamatan dan pembebasan umat dari sistem yang rusak dan kufur yang sudah mengakar dalam kehidupan di Indonesia. Upaya penyelamatan ini disertai kritik sosial terhadap berbagai penyakit social yang menimbulkan krisis dalam kehidupan umat. Oleh karena itu, HTI akan tumbuh subur dalam tatanan kehidupan yang amburadul. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Dr. Munawar Ahmad, S.S., M.Si.
Uncontrolled Keywords: Hizbut Tahrir Indonesia
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:47
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5151

Actions (login required)

View Item View Item