PERGOLAKAN PEMIKIRAN AGAMA DAN SEKULARISASI SUATU UPAYA MENATAP MASA DEPAN

DRS. M. YUSRON ASROFIE MA. , (2008) PERGOLAKAN PEMIKIRAN AGAMA DAN SEKULARISASI SUATU UPAYA MENATAP MASA DEPAN. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 36 Th. 1988/.

[img]
Preview
Text
04. M. YUSRON ASROFIE - PERGOLAKAN PEMIKIRAN AGAMA DAN SEKULARISASI SUATU UPAYA MENATAP MASA DEPAN.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bNampaknya ada kesimpangsiuran penggunaan istilah sekularisasi di dalam arus pemikiran agama di Indonesia (untuk survei secara tepat, lihat kata pengantar M. Dawam Rahardjo di dalam bukunya Nurcholish Madjid, iIslam Kemodernan dan Keindonesiaan/i, Bandung: Mizan, 1987). Di dalam literatur Barat, istilah sekularisasi terutama digunakan dalam hubungannya dengan masalah dualisme, oposisi, atau pemisahan antara agama yang diwakili pihak gereja dan negara. Oleh karena itu saya ingin membatasi pengertian saya tentang istilah itu. Sekularisasi adalah pembebasan manusia dari tuntutan petunjuk agama dan metafisika, pengalihan perhatian dari dunia lain ke arah dunia ini. (Lihat Harvey Cox. iThe Secular City/i, Revised Edition, New York: The Macmillan Company, 1967, hlm. 15 ). Sedangkan di dalam Islam, sekularisasi adalah suatu proses pemakaian hukum-hukum dan lembaga-lembaga sosial politik tanpa rujukan dari ajaran Islam, yakni tanpa bersumber dari, atau ada hubungannya dengan, prinsip-prinsip al-Quran dan Sunnah (Lihat Fazlur Rahman, Islamic Modernism: Its Scope, Methods, and Alternatives IJMES I, 1970, hlm. 331) Di dalam tradisi Kristen, Yesus meninggal dunia di tiang salib. Pengikut-pengikutnya yang minoritas dikejar-kejar dan dimusuhi. Mereka membentuk masyarakatnya sendiri, sistem hirarki, lembaga-lembaga, dan menyusun hukumnya sendiri yang semua itu dikenal dengan nama gereja. Kemudian masuklah orang-orang Roma menjadi pemeluk Kristen. Terjadilah proses yang sejajar: Kristenisasi Roma dan Rominsasi Kristen. Di sinilah doktrin Kristen. erikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi urusan Kaisar dan berikanlah kepada Tuhan apa yang menjadi urusan Tuhan memperoleh makna. Dari segi proses, sekularisasi di Negara Barat terjadi karena adanya suatu gerakan yang dilakukan oleh orang-orang Protestan, non-Kristen, dan bahkan anti Kristen yang ingin memisahkan diri dari Gereja yang saat itu dikuasai oleh orang-orang tradisional dan konservatif yang berpandangan picik terhadap dunia. Oleh karena itu menurut Cox sekularisasi muncul sebagian besar dari pengaruh pertumbuhan keyakinan yang bersumber pada Bibel tentang masalah dunia, suatu pengaruh yang akan ditularkan oleh gereja Kristen dan kemudian oleh gerakan-gerakan yang sebagian besar berasal dari situ. Di dalam Islam, proses perkembangannya sangat berbeda. Muhammad tidak meninggal karena dibunuh. Selain sebagai Nabi, dia adalah prajurit dan negarawan, pendiri serta kepala negara. Sejak permulaan, Islam dihubungkan dengan kekuasaan. Hubungan antara agama dan kekuasaan, masyarakat dan pemerintahannya terlihat di dalam al-Quran dan Sunnah yang merupakan keyakinan dasar orang-orang Islam. Jadi di dalam Islam, agama bukan suatu bagian dari kehidupan tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Oleh karena itu di dalam masyarakat Islam, pemisahan antara gereja dan negara tidaklah berarti karena tidak ada dua wujud yang harus dipisahkan. Bahkan menurut Bernard Lewis, di dalam Bahasa Arab klasik tidak ada pasangan istilah yang cocok dengan istilah awam dan pendeta, spiritual dan temporal, sekular dan agamis, karena pasangan-pasangan kata itu menunjukkan adanya dikhotomi di dalam Kristen yang tidak ada persamaannya di dunia Islam. Barulah pada zaman modern, karena pengaruh Kristen, konsep-konsep itu mulai muncul di dunia Islam dan kata-kata tersebut dipakai untuk mengungkapkan hal-hal tersebut. Maknanya belum sepenuhnya difahami dan relevansinya di dalam lembaga Islam masih diragukan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pergolakan, Pemikiran, agama, Sekularisasi, Menatap, Masa depan
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2013 10:03
Last Modified: 10 Apr 2013 10:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/519

Actions (login required)

View Item View Item