HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAK ANTARA PEMERATAAN DAN KEADILAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

FERI AL- FARISI - NIM. O5350081, (2011) HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAK ANTARA PEMERATAAN DAN KEADILAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAK ANTARA PEMERATAAN DAN KEADILAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAK ANTARA PEMERATAAN DAN KEADILAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Hibah merupakan pemberian suatu barang dari seseorang ketika masih hidup kepada orang lain atau suatu perjanjian sepihak untuk memberikan barangnya, dan dilakukan tanpa kontra prestasi dari pihak penerima hibah, atau dengan kata lain perjanjian tersebut dilakukan dengan cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun. Hibah orang tua terhadap anak menurut hukum Islam dalam kenyataannya, dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang serta memiliki nilai sosial yang mulia, di sisi lain hibah juga dapat menumbuhkan rasa iri dan benci, bahkan ada pula yang menimbulkan perpecahan di antara mereka yang menerima hibah, terutama dalam hibah terhadap keluarga atau anak-anak. Hibah seorang ayah terhadap anaknya dalam keluarga tidak sedikit yang menimbulkan iri hati, bahkan perpecahan keluarga. Artinya, hibah yang semula memiliki tujuan mulia sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta kepedulian sosial dapat berubah menjadi bencana dan malapetaka dalam keluarga. Berangkat dari fenomena ini, penyusun tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai bagaimana hukum Islam mengatur hibah harta yang diberikan orang tua kepada anaknya, serta bagaimana konsep pemberian hibah secara merata dan adil menurut hukum Islam, tanpa mengabaikan faktor-faktor lain yang menunjang tercapainya maqashid syari'ah (tujuan-tujuan syariat). Jenis penelitian ini adalah library research atau studi kepustakaan, yaitu penelitian yang mengambil dan mengolah data yang bersumber dari buku-buku yang ada kaitan dan relevansinya dengan penelitian ini.Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mendokumentasikan literatur yang berhubungan dengan materi penelitian. Metode penelitian yang penyusun pergunakan bersifat deskriptif-analisis, yang mana dipergunakan untuk menilai secara intensif terhadap praktek hibah orang tua terhadap anak tersebut di atas. Pendekatan penelitian dilakukan dengan pendekatan normatif, yang mana digunakan dalam hal penyesuaian dengan teksteks/ norma-norma dasar hukum Islam yaitu al-Qur'an dan al-Hadis. Setelah dilakukan penelitian, bahwa bersikap adil dan mempersamakan pemberian kepada anak-anak adalah sunah hukumnya. Melakukan tafdhil (melebihkan) itu diharamkan, kecuali ada faktor-faktor yang membolehkannya. Diperbolehkan memperlakukan hal lain terhadap sesama anak jika memang ada faktor-faktor pengecualian yang dibenarkan syara', misalnya keadaan cacat yang menjadikan seseorang tidak dapat bekerja mencari mata pencarian seperti lumpuh, buta, tidak mampu bekerja, sibuk mencari ilmu dan lain-lain. Jika seorang ayah telah memberikan biaya yang tidak sedikit kepada salah satu anaknya, maka bagi si ayah wajib memberikan kepada anak-anak yang lain sesuatu yang nilainya sama dengan anak yang tadi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. supriatna, M.Si. 2. Drs. Kholid Zulfa, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Hibah harta, konsep pemberian hibah, maqashid syari'ah
Subjects: Perdata Islam
Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 25 Mar 2013 10:49
Last Modified: 12 Apr 2016 07:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5236

Actions (login required)

View Item View Item