GEJALA KRISIS INTEGRITAS ILMIAH DI KALANGAN ILMUWAN ISLAM

H. MUNAWIR SJADZALI, M.A., (2008) GEJALA KRISIS INTEGRITAS ILMIAH DI KALANGAN ILMUWAN ISLAM. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 36 Th. 1988/.

[img] Text
01. MUNAWAR SJADZALI - GEJALA KRISIS INTEGRITAS ILMIAH DI KALANGAN ILMUWAN ISLAM.pdf - Accepted Version

Download (2175Kb)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0b)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0b)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0b)

Abstract

bPada kesempatan yang membahagiakan ini izinkanlah saya meminta perhatiaan segenap civitas akademika IAIN Syarif Hidayatullah kepada suatu gejala yang kalau kita biarkan berkembang akan merupakan hambatan yang cukup besar begi keutuhan keterlibatan Islam dan umat Islam dalam proses pembaharuan dan pembangunan kehidupan nasional Indonesia. Gejala yang saya maksudkan itu ialah adanya krisis integritas ilmiah yang melanda kalangan ilmuwan Islam, termasuk ilmuwan Islam Indonesia, krisis mana telah menimbulkan akibat-akibat sampingan seperti munculnya banyak kontradiksi dalam pengertian kita tentang Islam, Kesenjangan-kesenjangan yang mencolok antara pendirian formal kita dan perilaku kehidupan kita sehari-hari, dan yang tidak kurang memprihatinkan adalah timbulnya ikrisis panutan/i dan ikebingungan/i di kalangan umat. Berikut ini saya kemukakan beberapa contoh konkrit di mana tercermin adanya krisis integritas ilmiah atau keberanian intelektual itu, dengan segala konsekuensi dan akibat negatifnya.iContoh pertama/i. Pada pertengahan tahun 1983 di universitas Islam bandung (UNISBA) diselenggarakan satu seminar tentang sistem ekonomi Islam. dalam sambutan saya pada upacara pembukaan seminar antara lain saya menyatakan bahwa seminar itu dapat dikatakan cujkup berhasil jika nanti mampu dengan tuntas menjawab dua masalah ekonomi yang sangat mendasar. Bagaimana sikap Islam terhadap sistem ibunga/i atau iinterest/i dalam bank, dan bagaimana posisi izakat mal/i di dalam negara modern seperti Indonesia ini. Di anatar kita banyak yang berpendirian bahwa ibunga/i atau iinterest/i dalam bank itu riba, dan oleh karenanya maka sama-sama haram dan terkutuk sebagaimana riba. Tetapi sementara itu kebanyakan dari kita, termasuk yang mengharamkan bunga bank itu, tidak hanya hidup dari bunga deposito, tetapi dalam kehidupannya banyak mempergunakan berbagai macam jasa bank. Bahkan saya pernah diminta oleh sekelompok tokoh Islam, diantaranya terdapat ulama, untuk mendukung rencana pendirian suatu bank Islam. Atas pertanyaan saya pimpinan rombongan menyatakan bahwa dalam bank itu nanti akan tetap berlaku sistem bunga, dengan alasan antik idarurat/i, padahal seperti yang dapat kita baca dalam al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 173, kelonggaran yang Islam berikan dalam keadaan darurat itu dengan ketentuan tidak ada unsur kesengajaan dan tidak melebihi dari pemenuhan kebutuhan esensial. Saya katakan alasan atau dalih itu antik oleh karena kita telah sering mendengar dalih itu sejak lebih dari setengah abad yang lalu, baik di Indonesia maupun di dunia Islam di luar tanah air.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Gejala, Krisis, Integritas, Ilmiah, Ilmuwan, Islam
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2013 10:00
Last Modified: 10 Apr 2013 10:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/524

Actions (login required)

View Item View Item