SUMATRA THAWALIB DALAM GERAKAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI SUMATERA BARAT

BURHANUDDIN DAYA , (2008) SUMATRA THAWALIB DALAM GERAKAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI SUMATERA BARAT. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 38 Th. 1989/.

[img]
Preview
Text
02. BURHANUDDIN DAYA - SUMATRA THAWALIB DALAM GERAKAN PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI SUMATRA BARAT.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Sumatera Barat sudah lama menjadi daerah Islam. Keadaan Islam di sini tidak banyak berbeda dengan keadaan Islam di Indonesia pada umumnya. A. Mukti Ali berkata: Matjam-matjam lah bidah dan churafat, tachajul dan gugon-tuhon jang dipraktekkan oleh umat Islam dengan sangat meradja lela sekali, dengan tidak menjadari sama sekali bahwa semua itu adalah bertentangan dengan tauhid. Sedjak pagi bangun tidur sampai malam aan tidur kembali, orang mendapatkan perbuatan-perbuatan jang dijalankan oleh umat Islam itu jang sebenarnja merupakan bidah. Sedjak waktu mengandung sampai melahirkan, mengchitamkan dan mengawinkan, dari sakit sampai mati orang menjaksikan benjak sekali pekerdjaan-pekerdjaan jang berhubungan dengan itu semuanja jang bertentangan dengan ajaran-ajaran tauhid. Jah, bukan hanya itu sadja, sampai kepada mentjari djodoh dan isteri, itu semua ditjampuradukkan antara sjirik dan tauhid. Dengan kutipan di atas jelaslah keadaan Islam yang sebenarnya di Indonesia ini sebelum pembaharuan pemikiran Islam dilancarkan. Islam di Sumatra Baratpun begitu adanya. Unsur-unsur animisme-dinamisme dan sisa-sisa kepercayaan Hindu-Budha masih membekas dalam kehidupan harian umat Islam. Hamka menulis: Di seluruh Minangkabau pada masa itu perjalanan agama sudah sangat mundur. Tidak dapat dibedakan mana yang agama dan mana yang syitik, bidah dan agama bercampur aduk saja. Selain dari pada agama, adalah sihir yang sangat dimahirkan orang...azimat yang sebesar-besarnya lengan bergantungan di pinggang orang...kadang-kadang guru-guru agama menjadi tukang jual azimat. Kubur-kubur dari ulama-ulama yang dipandang keramat dijadikan tempat bernadzar dan berniat. Keadaan seperti di atas berjalan terus dan melemahkan mereka. Di samping itu pertengahan-pertengahan yang terjadi antara sesama umat Islam yang berbeda aliran madzhab dan ajaran tarekat yang dianut, memperburuk kondisi mereka dan memudahkan pengaruh asing mendominasi mereka. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Sumatra Thawalib, Pemikiran, Islam, Sumatera Barat
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2013 10:13
Last Modified: 10 Apr 2013 10:13
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/532

Actions (login required)

View Item View Item