PANDANGAN POLITIK KH. ABDUL ROZAQ DALAM PILKADA DI MAGELANG TAHUN 2008

ASASUDDIN RIZKI - NIM. 06370016, (2011) PANDANGAN POLITIK KH. ABDUL ROZAQ DALAM PILKADA DI MAGELANG TAHUN 2008. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB II,III,IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (249kB)

Abstract

ABSTRAK Dunia politik merupakan salah satu cara dalam mencari sebuah kekuasaan baik di tingkat nasional atau daerah. Dinamika dan proses politik yang terjadi di Indonesia saat ini, terutama menjelang ajang pilkada, pemilu dan pilpres, mengalami perubahan yang amat drastis. Aktor politik yang biasanya dilakukan oleh kalangan umum dan profesional justru mengalami pergeseran, terutama dengan adanya aktor lain dari salah satu elemen masyarakat. Aktor lain itu adalah kiai, sosok yang selama ini dikenal hidup di tengah-tengah santri dan masyarakat. Di mata masyarakat, kiai adalah sosok yang kepadanya segala keluh-kesah ditumpahkan. Petuah kiai adalah obat bagi setiap problem masyarakat dalam hal apa pun. Tidak hanya persoalan keagamaan, tetapi juga persoalan ekonomi, sosial, politik, pertanian, nafkah hidup, hingga persoalan-persoalan rumah tangga. Di masa sekarang, kiai sebagai gelar yang didominasi oleh kalangan Nahdiyyin, kemudian menjadikan partai politik sebagai lokus percaturan politik. Dalam konteks ini, perhatian politik kiai juga menjadi penting, interaksi antara NU, kiai, pesantren dan sikap politik warga NU merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dalam ajang Pilkada, misalnya, para kiai khususnya yang terlibat dalam politik praktis akan memberikan dukungan kepada calon yang berangkat dari partai yang dinaunginya. Atau, paling tidak, dukungan politik para kiai akan diberikan kepada calon yang seideologi dengannya. Sangat tidak mungkin, jika ada seorang kiai yang aktif di partai PPP, misalnya, justru memberikan dukungan politik kepada calon dari partai lain, apalagi bukan dari kalangan nahdiyyin. Di Magelang yang didominasi oleh kalangan kaum Nahdiyyin sepertinya tidak bisa lepas dari rujukan atau restu dari kalangan kiai dalam persoalan poltik. Salah seorang kiai panutan bagi masyarakat Magelang, KH. Abdul Rozaq, sekaligus pimpinan salah satu pondok pesantren ternama di Magelang, yang juga aktif di PPP, justru memberikan dukungan kepada calon dari partai PDIP dalam ajang Pilkada Magelang 2008. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yaitu melakukan penelitian terhadap yang bersangkutan. Adapun caranya dengan melakukan wawancara kepada obyeknya langsung dan diperkuat dengan data-data yang bersifat mendukung dalam menyelesaikan persoalan ini. Kemudian penyusun menganalisis persoalan tersebut dengan menggunakan analisa deskriptifanalitik yakni berdasarkan hasil interview dari sumbernya langsung. Dalam penelitian ini penulis ingin menyimpulkan latar belakang dari pendukungan KH. Abdul Rozaq kepada salah satu calon bupati pada pilkada tahun 2008 di Magelang. Benarkah pendukungan tersebut murni demi kepentingan umat atau hanya kepentingan kelompok. Perlu adanya jawaban tentang hal ini yang nantinya akan menjadi penilaian masyarakat terhadap perilaku kiai yang terjun dalam dunia politik praktis di era sekarang. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. DR. A.Yani Anshori 2. Drs. Makhrus Munajat, M. Hum
Uncontrolled Keywords: dukungan KH. Abdul Rozaq, pilkada tahun 2008
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 25 Jul 2013 11:59
Last Modified: 25 Apr 2016 06:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5339

Actions (login required)

View Item View Item